Calon Pengantin di Malang Diminta Modin Membayar Melebihi Tarif PNBP

    Aditya Mahatva Yodha - 27 Maret 2017 14:23 WIB
    Calon Pengantin di Malang Diminta Modin Membayar Melebihi Tarif PNBP
    Kantor KUA Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Jawa Timur -- MTVN/Aditya Mahatva Yodha
    medcom.id, Malang: Seorang modin atau pembantu pencatatan nikah di Desa Tajinan, Malang, Jawa Timur, meminta uang Rp1 juta kepada calon pengantin untuk biaya pengurusan. Jika ingin gratis, harus ada keterangan miskin dari desa dan kecamatan asal calon pengantin.

    "Adik saya mau nikah, diminta uang Rp1 juta sama pak modin di desa kami. Kalau mau gratis harus urus dulu surat keterangan miskin dari desa hingga kecamatan," kata MR, seorang warga Desa Tajinan, Malang, Jawa Timur, Senin, 27 Maret 2017.

    Hal senada disampikan BY dan SR, warga Kecamatan Dampit, yang baru saja menikah. Keduanya mengaku diminta Rp900 ribu saat melaksanakan akad nikah di rumah mempelai wanita.

    "Kami ditarik Rp900 ribu," ujar BY.

    Pihak Kantor Urusan Agama (KUA) tidak membenarkan adanya keharusan mengurus surat keterangan miskin di desa dan kecamatan jika calon pengantin melaksanakan akad nikah di Balai KUA. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2015 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang Berlaku Pada Kementerian Agama, biaya pengurusan nikah di Balai KUA Rp0 pada saat jam kerja. SEdangkan, pernikahan di luar Balai KUA atau di luar jam kerja dikenai biaya Rp600 ribu.

    "Kalau mau nikah gratis, saat jam kerja Senin sampai Jumat di Balai KUA. Karena itu sudah difasilitasi negara," ujar Kepala KUA Kecamatan Tajinan Nur Ahmad Agus Salim kepada Metrotvnews.com di kantornya.

    Ahmad mengaku tidak mengetahui penarikan biaya pernikahan di atas tarif PNBP yang dilakukan di luar Balai KUA oleh para modin. "Biaya pernikahan sesuai PP Nomor 19 Tahun 2015, langsung ditransfer ke rekening Kemenag pusat di Bank BRI," terang dia.

    Menurut Ahmad, orang tua atau mempelai membayar lebih kemungkinan sebagi ucapan terima kasih atau membayar jasa. "Uang lebih itu mungkin sebagai fee atau uang jasa. Kami juga tidak tahu, karena itu di luar kewenangan kami," imbuhnya.

    Pelayanan di Balai KUA, lanjut Ahmad, dibuka pada Senin-Jumat. Pada Senin-Kamis, jam kerja dimulai pukul 07.30 WIB dan ditutup pada 16.00 WIB. Sedangkan, pada Jumat jam kerja pukul 07.30-16.30 WIB.



    (NIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id