Adik Abu Bakar Baasyir Bebas Murni

    Antara - 19 Februari 2019 13:23 WIB
    Adik Abu Bakar Baasyir Bebas Murni
    Narapidana kasus terorisme Noim Baasyir (kiri) menunjukkan bukti surat keterangan bebas murni begitu keluar dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (19/2/2019). ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko.
    Tulungagung: Narapidana kasus terorisme, Noim Baasyir bin Salim Baasyir, bebas murni dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tulungagung, Jawa Timur, Selasa pagi, 19 Februari 2019. Noim dilepas setelah menjalani masa hukuman pokok selama 6 tahun dipotong remisi tahanan 3 bulan.

    Noim yang juga adik kandung narapidana terorisme Ustaz Abu Bakar Baasyir tersebut melangkah keluar dari pintu gerbang LP Tulungagung sekitar pukul 09.00 WIB, kemudian menumpang kendaraan penjemput Toyota Kijang Innova nopol AD-8906-KA.
    Wajah Noeim yang dipenuhi cambang itu tampak semringah. Dia terus menebar senyuman dan sesekali menjawab pertanyaan wartawan sambil menunjukkan bukti surat bebas murni yang barusan dia dapat dari LP Tulungagung.

    "(Habis ini) Saya mau ngurus keluarga," kata Noim Baasyir sambil berjalan.

    Noim yang sempat dua kali dipindah dari LP Kelas II A Pamekasan ke LP Kelas II B Tuban, lalu dipindah lagi ke LP Kelas IIB Tulungagung itu rupanya sengaja irit bicara. Ia tidak menjawab saat diajukan pertanyaan apakah sudah memiliki orientasi pilihan pada Pemilu 2019.

    Demikian pula, tentang komitmen dan kesetiaannya terhadap NKRI. Noem menjawabnya dengan tiga kata singkat. "Saya orang Indonesia. Semua sudah saya sampaikan ke bagian pembinaan LP. Silakan tanya langsung ke bagian Binadik (LP)," beber Noim.

    Noeim dijemput keluarganya. Ada empat orang yang turut menjemput. Menurut keterangan petugas LP Tulungagung, penjemput adalah adik Noim, istri dan anak mantan Noim.

    Kendaraan yang ditumpangi Noim kemudian bergerak keluar menuju arah Solo dengan dikawal dua mobil petugas, diduga dari BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme).

    Sebelum keluar dari LP, Noim tampak berbincang akrab dengan sejumlah petugas LP, aparat keamanan berpakaian sipil (preman), maupun tim BNPT.

    Noeim bicara banyak, tentang beberapa hal yang santai tetapi tidak menyinggung masalah paham (akidah) dan isu radikalisme. Sejak pukul 08.00 WIB Noim sudah berada di ruangan itu untuk mengurus administrasi bukti bebas murni, sebelum akhirnya berkemas dan keluar dari lingkungan LP.

    Kepala LP Kelas IIB Tulungagung Erry Taruna menyatakan bahwa Noeim yang divonis hukuman badan (penjara) selama 6 tahun sejak 26 Mei 2014, harusnya dijadwalkan bebas pada 21 Mei 2019.

    Namun, karena Noim sempat mendapat potongan resmi tahanan selama 3 bulan, adik kandung Abu Bakar Baasyir asal Kampung Pandangan, Surakarta, Jawa Tengah itu bisa menghirup udara bebas lebih awal, Selasa (19/2).

    Noim pertama kali dijebloskan ke penjara di LP Kelas IIA Pamekasan terhitung mulai 26 Mei 2014 melalui amar putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur Nomor 1356/PID.SUS/2013/PN.JKT.TIM.

    Noeim sempat menjalani masa kurungan di LP Pamekasan. Namun, karena di sana dia sempat mengamuk dan mengancam sipir LP karena masalah permintaan bilik asmara yang tidak dituruti, dia lalu dipindah ke LP Kelas IIB Tuban pada bulan Juli 2016.

    Di LP Tuban, Noeim hanya bertahan setahun. Pada bulan Juli 2017, Noim kembali minta dipindahkan ke LP Kelas IIB Tulungagung dengan alasan ingin menenangkan diri. Di lembaga pemasayarakat ini Noim menghabiskan sisa hukumannya hingga akhirnya bebas murni pada hari.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id