69 WNA di Kota Malang Punya KTP-el

    Daviq Umar Al Faruq - 01 Maret 2019 16:48 WIB
    69 WNA di Kota Malang Punya KTP-el
    Contoh KTP-el yang bisa dimiliki warga negara asing. Masa berlaku disesuaikan dengan masa izin tinggal di Indonesia. (Foto: MI/Susanto)
    Malang: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Malang mencatat ada 69 warga negara asing (WNA) yang telah memiliki kartu identitas penduduk elektronik (KTP-el). WNA tersebut mayoritas telah tinggal di Kota Malang selama lima tahun mulai dari menempuh pendidikan hingga bekerja.

    Kepala Dispendukcapil Kota Malang, Eny Hari Sutiarny mengatakan kepemilikan KTP-el tersebut telah sesuai dengan Pasal 63 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan wajib membuat KTP Elektronik.

    "Tahun 2019 ada 2 WNA yang terdaftar sebagai anggota keluarga. Kalau total keseluruhannya ada 69 orang WNA. Mereka terdiri dari mahasiswa, guru, dosen serta orang yang bekerja di perusahaan," kata Eny kepada Medcom.id, Jumat 1 Maret 2019.

    Mayoritas WNA yang memiliki KTP-el adalah mahasiswa di perguruan tinggi di Kota Malang. Jumlah WNA tersebut paling banyak berasal Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) dan Universitas Brawijaya.

    "Kalau negara asal WNA itu macam-macam, ada yang dari Pakistan dan lain-lain," jelasnya.

    Eny menjelaskan WNA yang telah memiliki izin tinggal tetap (ITAP) dan berusia di atas 17 tahun wajib memiliki KTP-el. ITAP adalah jenis izin tinggal untuk WNA yang berlaku selama 5 tahun dan dapat terus diperpanjang. ITAP sendiri bisa diurus di kantor Imigrasi setempat.

    "Tapi kalau mereka sudah tidak tinggal di Indonesia dan ke luar negeri, dokumen kependudukan mereka akan dicabut," ungkapnya.

    Hanya saja, meskipun WNA dapat memiliki KTP-el, mereka tidak mendapat status sebagai warga negara Indonesia (WNI). Sehingga mereka pun tidak memiliki hak pilih di Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

    "Enggak boleh nyoblos. Saya sudah kasi rekapan data kependudukan ke KPU (Komisi Pemilihan Umum). Jadi petugas KPU pasti sudah tahu," pungkasnya.



    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id