• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 14 NOV 2018 - RP 51.052.810.215

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Kejaksaan Siap Jadi 'Debt Collector' BPJS Kesehatan

Amaluddin - 08 November 2018 20:13 wib
Deputi Direksi BPJS Kesehatan Kanwil Jatim, Handaryo, saat
Deputi Direksi BPJS Kesehatan Kanwil Jatim, Handaryo, saat menandatangani Perjanjian Kerjasa Sama Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara dengan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, Sunarta, di Kantor Kejati Jatim, Surabaya. Medcom.id/Amaluddin

Surabaya: Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur Sunarta menyatakan siap menjadi 'Debt Collector' bagi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS). Nantinya, Kejati Jawa Timur akan mengingatkan perusahaan di Jatim yang enggan mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta.

"Jika perusahaan masih bandel, maka Kejati akan mempertemukan perusahaan dengan BPJS. Kalau masih tetap membandel dan mentok, maka kita gunakan forum gugatan yakni dengan jalur hukum perdata," kata Sunarta dalam Penandatanganan Perjanjian Kerjasa Sama dengan BPJS Kesehatan Kanwil Jatim di Kantor Kejati Jatim, Surabaya, Kamis, 8 Oktober 2018.

Sunarta menegaskan bahwa pihaknya sebagai abdi negara siap membantu BPJS Kesehatan untuk mengoptimakan program pemerintah JKN-KIS. Kajati berjanji mengawal BPJS Kesehatan guna meminimalisir penyimpangan atau permasalahan yang terjadi di lapangan.

"Mudah-mudahan dalam pelaksanaannya nanti lebih profesional dan program pemerintah bisa optimal," ujarnya.

Menurut Sunarta, kerja sama antara BPJS Kesehatan dengan Kejati Jatim sangat tepat. Menurutnya ada fungsi bidang perdata dan tata usaha negara (datun) yang bisa diterapkan, untuk menertibkan perusahaan yang tidak tertib.

"Ada lima tugas Kejati sebagai abdi negara yang bisa mendukung program kerja BPJS. Di antaranya bantuan hukum, pertimbangan hukum, penegakkan hukum, dan tindakan hukum lain," ujarnya.

Warga Jatim yang menjadi peserta BPJS Kesehatan baru 26 jut dari 41 juta jiwa. Seluruh warga di Indonesia, termasuk warga Jatim, seharusnya wajib menjadi anggota JKN-KIS.


 


(SUR)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.