Lokalisasi Prostitusi Tegal Ditutup Pekan Ini

    Kuntoro Tayubi - 15 Mei 2017 19:24 WIB
    Lokalisasi Prostitusi Tegal Ditutup Pekan Ini
    Wakil Bupati Tegal Umi Azizah membuka rakor rencana penutupan tempat prostitusi, di ruang rapat bupati. (Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi)
    medcom.id, Tegal: Penutupan lokalisasi prostitusi di wilayah Pantura Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, tinggal menghitung hari. Dipastikan, penutupan akan dilakukan oleh Pemkab Tegal bersama Kementerian Sosial (Kemensos) pada Jumat 19 Mei 2017.

    Berbagai hambatan dialami oleh Pemkab Tegal. Yaitu, adanya ancaman atau tekanan dari muncikari kepada pekerja seks komersial (PSK). Dalam ancaman itu, dikabarkan bahwa PSK akan dipulangkan secara paksa ke daerah asalnya setelah menandatangani buku rekening.

    "Padahal itu tidak benar. Kami justru akan memulangkannya dengan cara baik-baik. Bahkan, kami sudah menyediakan kendaraan untuk para PSK dari luar daerah," kata Wakil Bupati Tegal Umi Azizah saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Rencana Penutupan Lokasi Prostitusi di Kabupaten Tegal di ruang rapat bupati, Senin, 15 Mei 2017.

    Umi berharap muncikari tidak menyebarkan isu yang tidak baik. Umi juga mengimbau seluruh aparat penegak hukum dan Satpol PP supaya melakukan pantauan ketat terhadap oknum-oknum yang berusaha menggagalkan rencana penutupan tempat tersebut.

    "Jika ada yang bermain (menghalangi) dalam rencana ini, sebaiknya diganti saja. Itu untuk oknum (aparat). Tapi kalau ada kepala desa, ketua RT/RW yang ikut bermain (mencoba menghalangi penutupan ini), akan kami tindak tegas," ucapnya.

    Kendala yang dihadapi Pemkab Tegal tidak hanya itu. Menurut Umi, masih ada beberapa PSK yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el). Parahnya lagi, ada PSK yang sudah memiliki KTP-el tapi Nomor Induk Kependudukan (NIK) tidak muncul di pusat data.

    Hal ini sangat menyulitkan untuk proses pembuatan nomor rekening di BRI. Sebab, bantuan yang berasal dari Kemensos sebesar Rp5.050.000 itu akan ditransfer melalui rekening.

    "Dari 259 PSK yang sudah membuka rekening, baru 110 orang yang sudah menandatangi buku rekening," ungkapnya.

    Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tegal Nurhayati mengatakan rencana penutupan tempat prostitusi ini sudah melalui berbagai tahapan. Di antaranya, pendataan dan verifikasi data PSK, rakor dengan Forkompinda, validasi data PSK, sosialisasi di tempat prostitusi yang akan ditutup, memberikan pelatihan kepada para PSK, dan yang terakhir nanti akan dilakukan diluncurkan penutupan sekaligus memberikan bantuan serta pemulangan.

    "Penutupan akan dilakukan pada hari Jumat 19 Mei 2017 sekitar pukul 14.00," jelasnya.

    Dia mengungkapkan, tempat prostitusi yang akan ditutup berada di dua kecamatan yakni Kecamatan Suradadi dan Kramat. Untuk Kecamatan Kramat, yaitu tempat prostitusi Turunan dan Gang Sempit di Desa Maribaya dan Desa Kramat serta Wandan di Desa Munjungagung. Kemudian tempat prostitusi Peleman di Desa Sidaharjo Kecamatan Suradadi.

    Hasil dari pendataan yang sudah dilakukan selama ini yakni, jumlah PSK di Peleman sebanyak 208 orang, muncikari 59 orang, wisma 60 unit, dan warga terdampak 64 orang. Kemudian jumlah PSK di Wandan sebanyak 113 orang, muncikari 30 orang, wisma 30 unit, dan warga terdampak 88 orang.

    Sedangkan jumlah PSK di Gang Sempit sebanyak 49 orang, muncikari 52 orang, wisma 52 unit, dan warga terdampak 101 orang. Sementara jumlah PSK di tempat prostitusi Turunan sebanyak 54 orang, dan warga terdampak 45 orang.

    "Untuk jumlah total PSK sebanyak 423 orang, muncikari 141 orang, wisma 142 unit, dan warga terdampak 298 orang," pungkasnya.



    (SAN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id