Angka Kematian Ibu di Brebes Naik 500%

    Kuntoro Tayubi - 07 Maret 2016 17:24 WIB
    Angka Kematian Ibu di Brebes Naik 500%
    Buapti Idza Priyanti didampingi Kadinkes Sri Gunadi memberi keterangan pers, di Pendopo Brebes. (Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi)



    medcom.id, Brebes: Angka kematian ibu atau AKI di Brebes, Jawa Tengah, meningkat tajam. Dalam dua bulan terakhir, tercatat 10 ibu meninggal saat melahirkan. Jumlah tersebut naik 500 persen dibanding tahun lalu dalam kurun waktu yang sama.
     
    “Per 7 Maret 2016, ibu hamil yang meninggal tercatat sudah 10 orang. Pada tahun 2015  kemarin, per Januari-Ferbuari jumlah AKI hanya dua orang,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Brebes Sri Gunadi, Senin (7/3/2016), di Pendopo Kabupaten.
     
    Sri menjelaskan, rata-rata penyebab kematian adalah akibat pendarahan pada proses melahirkan. Jumlah AKI di Brebes sepanjang tahun 2015 mencapai 47 orang. Angka tersebut menurun dibanding tahun 2014 yang mencapai 73 kasus.
     
    Menurutnya, masalah yang terjadi pada kasus AKI ini tidak bisa diselesaikan hanya oleh Dinkes. Tapi harus ada peran masyarakat. Bersama tenaga kesehatan, masyarakat harus ikut memantau ibu hamil, menganjurkan suami untuk mendampingi pada saat pemeriksaan kehamilan, persalinan, dan sesudah melahirkan.
     
    “Tahun 2016 ini Brebes berpotensi menempati posisi terbanyak AKI se-Jateng. Seperti tahun kemarin. Penyebab yang pertama akibat eklampsia (kejang pada masa kehamilan akhir), kedua jantung dan ketiga pendarahan,” ungkapnya.
     
    Bahrul Ulum selaku pegiat kesehatan, menyebut, pada 2015, hampir 60 persen kasus kematian ibu di Brebes terjadi di rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta. 
     
    “Mestinya, Pemkab Brebes mengkaji ulang. Bila perlu mendatangkan audit maternal independen dari Provinsi Jateng, kenapa kok yang meninggal banyak di tempat pelayanan kesehatan dibandingkan di rumah atau di perjalanan,” kata Ulum.
     
    Bupati Brebes, Idza Priyanti mengaku sudah memberi dukungan anggaran sebesar Rp11 miliar dari APBD. Dana tersebut digunakan untuk membantu proses rujukan perasalinan. Selain itu, Pemda juga akan menambah transportasi ambulans sebanyak empat kendaraan.
     
    “Saat ini baru ada 14 kendaraan ambulans, jadi nanti total ada 18 ambulans yang kita siapkan untuk membantu rujukan ibu melahirkan,” kata Bupati.

    (SAN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id