Uji Nyali di Jalan Alternatif Kendal-Ungaran

    Iswahyudi - 10 Maret 2017 11:33 WIB
    Uji Nyali di Jalan Alternatif Kendal-Ungaran
    Kondisi jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Kendal dan Ungaran -- MTVN/Iswahyudi
    medcom.id, Kendal: Perbaikan jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Kendal dan Ungaran membuat arus lalu-lintas di kedua jalur macet. Tidak hanya harus sabar menghadapi antrian kendaraan, pengendara juga harus uji nyali dengan melewati jalan dari tanah liat yang licin dan becek sehabis diguyur hujan.

    Tidak sedikit pengendara turun dari motornya dan meminta bantuan warga untuk melewati jalan di Desa Darupono, Kabupaten Kaliwungu Selatan, Kendal, Jawa Tengah tersebut. Bahkan, sejumlah pengendara ada yang terjatuh dan terperosok ke dalam lumpur.

    Warsio, warga Boja, Kendal mengaku kesulitan melewati jalanan tersebut. Tapi, ia tak punya pilihan lain.

    "Kalau berputar, lebih jauh dan jalanya rusak," kata Warsio di lokasi, Jumat, 10 Maret 2017.

    Uji Nyali di Jalan Alternatif Kendal-Ungaran
    Seorang pengendara meminta bantuan warga untuk melintasi kubangan lumpur dan tanah liat -- MTVN/Iswahyudi

    Demi menghindari hal yang tidak diinginkan, Warsio menyuruh istrinya berjalan kaki melintasi lumpur. Sang istri pun harus sepatunya kotor oleh lumpur, sambil sesekali membantu suaminya mendorong motor melewati kubangan.

    Pantauan Metrotvnews.com,  jalan beton yang sebelumnya ambles dan miring dibongkar dan sudah ditumpuk dengan tanah. Satu unit eskavator dikerahkan untuk meratakan tanah padas.

    (Baca: Jalur Alternatif Kendal-Semarang Ambles)

    PT Wiwaha Wahyu Wijaya Perkasa selaku pelaksana proyek menargetkan pemasangan tiang pancang selesai dalam waktu 15 hari. Sehingga, jalan segera bisa dilalui.

    Secara teknis, sisi timur jalan atau bekas talut yang longsor akan diberi tiang pancang dengan diameter 30 sentimeter. Tiang pancang yang disiapkan mencapai sekitar 300 unit dengan ketinggian 12 meter dan 18 meter.

    Tiang pancang dipasang tidak hanya di sisi timur, tetapi juga sisi barat jalan dan akan dikaitkan dengan besi pengikat. Jarak antara tiang pancang yang satu dengan yang lainnya hanya sekitar lima sentimeter, sehingga jaraknya akan sangat rapat. Semetara, panjang jalan yang longsor sekitar 40 meter.

    Kontraktor membuat akses sementara di sisi barat jalan padas dengan lebar kurang lebih tiga meter agar bisa dilalui kendaraan. ''Kami harus bangun akses dulu agar arus lalu lintas bisa dilalui pengguna jalan," kata Jatmiko Aji, pengawas lapangan PT Wiwaha Wahyu Wijaya Perkasa.

    Sebelumnya, jalur alternatif Kendal-Kota Semarang itu ambles pada Selasa, 7 Maret 2017. Sejatinya, salah satu lajur pada jalur ini telah ambles sejak bulan lalu. Namun, kendaraan bisa melintas di lajur yang masih aman.



    (NIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id