BPN Berkeras Tahan Sertifikat Abdi Dalem Keraton

    Ahmad Mustaqim - 13 September 2016 19:37 WIB
    BPN Berkeras Tahan Sertifikat Abdi Dalem Keraton
    Ilustrasi fotokopi sertifikat. (Ant/Umarul Faruq, diolah)
    medcom.id, Sleman: Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta berkeras menahan sertifikat Ki Lurah Sastro Mangun Darsono. BPN beralasan sertifikat abdi dalem Keraton Yogyakarta itu masih dalam proses hukum kepolisian.

    Kepala BPN Sleman, Suwito mengatakan sertifikat abdi dalem Darsono dititipkan oleh Polres Sleman. Ia menyebut sertifikat itu masih bermasalah.

    Baca: PN Sleman Upayakan Mediasi Kasus Sertifikat Tanah Abdi Dalem

    "Ada yang menyita dari kepolisian dan dititipkan di kami (BPN Sleman). Kepolisian masih melakukan penyidikan," kata Suwito saat dihubungi Metrotvnews.com, Selasa (13/9/2016).

    Suwito mengungkapkan, perihal gugatan Darsono di Pengadilan Negeri Sleman, pihaknya bersedia memberikan jawaban. Dalam proses gugatan yang lebih dulu dilakukan mediasi, Suwito menyebut perwakilan BPN Sleman bakal menyampaikan aturan-aturan mengapa sertifikat ditahan.

    "Ada keputusan sita jaminan. Ada juga berita acara kepolisian. Kami mediasi hanya melaksanakan aturan (persidangan)," ucapnya.

    Ia menambahkan, BPN Sleman bersedia mengembalikan sertifikat Darsono dengan catatan telah ada putusan dari pengadilan.

    "Jika hakim menyatakan harus dikembalikan, (sertifikat tanah) akan kami kembalikan," kata dia.

    BPN Berkeras Tahan Sertifikat Abdi Dalem Keraton
    Ki Lurah Sastro Mangun Darsono. (Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim)

    Permasalahan abdi dalem Darsono bermula ketika ia kehilangan dua sertifikat tanah pada 2012. Saat itu, ia membawa sertifikat tanah untuk diagunkan ke sebuah bank. Tak diduga, dua sertifikat tanah itu hilang di jalan.

    Baca: Gugat BPN Sleman, Mbah Darso Bawa Kepala Sapi

    Ia sudah melaporkan masalah itu ke polisi dan BPN Sleman. Namun, upaya itu tak membuahkan hasil. Tak selang lama, ada pihak lain yang mengklaim sertifikat tersebut yang kemudian ditahan BPN Sleman.

    Upaya Darsono mencari keadilan berlanjut dengan menggugat BPN Sleman dengan didampingi kuasa hukum dari Pusat Bantuan Hukum Jogjakarta (PBHJ) di Pengadilan Negeri Sleman.

    Pada sidang yang digelar siang tadi, hakim PN Sleman mengupayakan mediasi. Upaya ini belum membuahkan hasil. "Tahap selanjutnya masih melakukan mediasi," kata Hubungan Masyarakat PN Sleman Ayun Kristianto.



    (SAN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id