MAGHRIB 17:47

    Untuk Jakarta dan sekitarnya

    IMSAK 04:26
    SUBUH 04:36
    DZUHUR 11:53
    ASHAR 15:14
    ISYA 19:00

    Download Jadwal Imsakiyah

    Hampir Dua Tahun, Pembangunan Jembatan Senilai Rp11,9 M belum Rampung

    Kuntoro Tayubi - 22 Februari 2017 19:46 WIB
    Hampir Dua Tahun, Pembangunan Jembatan Senilai Rp11,9 M belum Rampung
    Jembatan Juwet yang pembangunannya menelan beaya Rp11 miliar di Pemalang, MTVN - Kuntoro Tayubi
    medcom.id, Pemalang: Pembangunan jembatan Juwet tahap II di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, senilai Rp11,9 miliar, mangkrak. Seharusnya, jembatan penghubung Kecamatan Comal-Ampelgading itu rampung pada Desember 2016. Namun dua bulan berselang, pembangunan jembatan tak kunjung rampung.

    Beberapa rangka jembatan dipasang. Namun rangka di sisi kiri dan kanan tak saling berhubungan.
    Camat Comal, Slamet Suwito mengatakan jembatan juwet atau yang lebih dikenal dengan jembatan Posongan ini termasuk akses vital yang digunakan oleh warga Kecamatan Comal dan Kecamatan Ampelgading. Sehingga lamanya waktu penyelesaian jembatan sangat berpengaruh terhadap aktifitas perekonomian warga sekitar.
     
    “Aktivitas warga jadi terganggu. Anak-anak sekolah atau warga yang biasanya melakukan aktivitas jual beli di Pasar Comal atau Pasar Blimbing, Ampelgading, jadi harus memutar lewat jalur Pantura, ” katanya, Rabu,  22 Februari 2017. 
     
    Menurutnya, lamanya pembangunan jembatan juwet ini dikarenakan faktor alam. Karena sejak 4 bulan terakhir, sungai comal sering mengalami banjir atau peningkatan debit air.
     
    “Selain itu, pembangunan tahap II ini juga terkendala dengan pemutusan kontrak dari pemenang lelang sebelumnya, karena tidak bisa menyelesaikan target pembuatan, yakni 180 hari,” ungkapnya
     
    Salah satu warga Posongan, Kelurahan Purwoharjo, Comal, Herman, 51 tahun, mengeluhkan lamanya pembangunan jembatan juwet. Ia mengatakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan berjualan di Pasar Desa Blimbing, Kecamatan Ampelgading, dan setiap hari dirinya terpaksa harus mengambil jalan memutar sejauh lebih dari 3 km melewati jalan pantura untuk sampai ke tempat jualanya.
     
    "Kalau memutar lewat Pantura, banyak waktu yang terbuang, bahan bakar juga nambah. Kalau dulu waktu masih ada jembatan posongan itu kan lebih dekat dan efisien" ujarnya. 
     
    Senada juga diungkapkan oleh Wito, 46 tahun, seorang tukang becak yang setiap pagi harus mengantar barang dagangan dari Ampelgading ke pasar Comal. Dikatakannya, dirinya terpaksa harus lewat jalan pantura ke arah barat dahulu baru memutar ke arah timur/Comal, yang jaraknya semakin jauh.
     
    “Resikonya banyak kalau lewat jalan pantura. Sudah hampir 2 tahun jembatannya belum jadi. Padahal, pemerintah menjanjikan awal tahun ini jembatan sudah bisa dilalui,” katanya.
     
    Pembangunan jembatan juwet sepanjang 150x7 meter dengan 4 pondasi ini dikerjakan melalui dua tahap. Tahap I mulai dikerjakan pada 12 Mei 2015 hingga 7 Desember 2015, dengan anggaran 2015 sebesar Rp8,4 miliar. Sedangkan untuk pembangunan tahap II, ditargetkan selesai selama 180 hari di tahun 2016 dengan anggaran tahun 2016 sebesar Rp11,9 miliar.



    (RRN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id