Dukung Bandara Baru, Warga Kulon Progo Minta Jaminan Kesejahteraan

    Patricia Vicka - 04 April 2016 20:00 WIB
    Dukung Bandara Baru, Warga Kulon Progo Minta Jaminan Kesejahteraan
    Warga Kulon Progo yang mendukung pembangunan bandara baru mendatangi DPRD DIY, MTVN - Patricia Vicka
    medcom.id, Yogyakarta: Puluhan warga Kulon Progo pendukung pembangunan bandara baru beramai-ramai mendatangi kantor DPRD DIY. Mereka meminta jaminan kesejahteraan dari pemerintah usai proses relokasi lahan.

    Saat berdiskusi dengan Pemda, dan anggota DPRD, warga meminta kejelasan proses dan jumlah ganti rugi lahan dan bangunan mereka yang terdampak bandara baru. Warga khawatir ganti rugi yang selama ini didengung-dengungkan pemerintah hanya sebatas janji saja dan akan menurunkan kesejahteraan warga.

    Salah seorang perwakilan warga, Pulung Raharjo mengatakan masih banyak warga pro bandara yang tidak mendapat kepastian relokasi tanah. 

    "Kami ini punya tanah dan bangunan yang Sah disana (calon lahan Bandara). Masa usai bandara dibangun kami mau direlokasi dengan sistem magersari (sistem pindah dan sewa lahan). Inikan menurunkan derajat kami. Kami maunya relokasi gratis," ujarnya di DPRD DIY Senin (4/4/2016).

    Selain itu warga meminta pemerintah untuk mengawal penentuan harga tanah yang dilakukan oleh tim aprraisal independen. Tanpa adanya pengawalan, warga khawatir tim appraisal akan memberikan harga rendah untuk tanah warga. 

    "Kalau harga yang diberikan tim appraisal nanti tinggi, itu malaikat untuk kami. Tapi kalau rendah, baikan neraka. Kami ini mendukung bandara ada tapi masa dibeginikan. Masa kami yang dikorbankan," tegas pria asal Palihan Kulon Progo ini.

    Dengan adanya pembangunan bandara, ia mengklaim akan ada 518 rumah dan 2.600 kepala keluarga di tujuh pedukuhan yang akan terdampak.

    Sementara itu Marwano warga Palihan Kulon Progo mengkritisi belum adanya keseriusan pemerintah dalam pemberian pelatihan kerja kepada warga terdampak. Menurutnya pelatihan yang diberikan pemerintah selama ini belum menyentuh pekerjaan yang dibutuhkan dibandara. 

    "Kami minta diadakan kajian mikro sejauh mana keberadaan bandara baru bermanfaat bagi kesejahteraan warga kulon progo. Bukan hanya warga Yogyakarta secara makro saja," tegasnya.

    Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi dan Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY Rani Sjamsinarsi meyakinkan tidak adanya penurunan kesejahteraan bagi warga terdampak pembangunan bandara.

    Pemprov DIY sesuai arahan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X akan terus mendampingi warga sejak sebelum, saat dan sesudah bandara dibangun sehingga kesejahteraan tetap terjamin. 

    "Relokasi lahan sudah kami siapkan paket komplit sama seperti relokasi letusan Merapi 2010. Kami juga sudah siapkan beberapa solusi jika hasil appraisal tidak sesuai keinginan warga," pungkasnya.




    (RRN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id