Petani Gunung Kidul Keluhkan Tingginya Curah Hujan

    Antara - 10 Maret 2017 09:29 WIB
    Petani Gunung Kidul Keluhkan Tingginya Curah Hujan
    Seorang petani menjemur gabah -- ANT/Akbar Tado
    medcom.id, Gunung Kidul: Petani di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta mengeluhkan tingginya curah hujan yang mengakibatkan pengeringan gabah hasil panen tidak maksimal. Gabah yang dipanen sepekan lalu, sampai sekarang belum kering karena hujan turun sepanjang sepekan terakhir.

    "Hujan sering turun dan cuaca sering mendung mulai pukul 11.00 WIB sampai sekarang tidak kering," kata Tumiran, petani di Kecamatan Playen, Gunung Kidul, DIY, Jumat, 10 Maret 2017.

    Tumiran mengatakan, setiap menjemur gabah, baru sebentar harus kembali mengangkut gabah ke dalam rumah agar tidak kehujanan. Hal ini membuat dirinya dan puluhan petani lainnya cemas.

    "Kalau cuaca bagus, gabah bisa kering. Namun, dengan kodisi saat ini, gabah baru bisa kering selama tiga sampai lima hari," katanya.

    Menurut Tumiran, gabah yang kurang kering, kualitas akan menurun. Apalagi, jika gabah tidak cepat dikeringkan, akan cepat tumbuh kembali dan tidak bisa digiling.

    Petani Gunung Kidul, lanjut Tumiran, biasa menjual hasil panen dalam wujud beras. "Nanti dipilih kembali, bila ada yang tumbuh, paling
    untuk makan ternak," tambahnya.

    Dia mengaku, dari satu hektare lahan berhasil memperoleh 100 karung padi. Saat ini, baru separuhnya yang bisa dikeringkan. Sisanya masih dalam kondisi lembab.

    "Yang belum kering akan dikeringkan di dalam rumah sambil dibolak-balik," katanya lagi.

    Hal serupa dikeluhkan Suwito. Menurutnya, tidak ada cara lain selain mengeringkan dengan terik matahari.

    Hingga kini, mesin pengering gabah pun belum pernah disediakan pemerintah. Di sini biasa dikeringkan menggunakan sinar matahari," pungkasnya.



    (NIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id