Warga Berebut Gunungan Ketupat dan Lepat

    Rhobi Shani - 02 Juli 2017 12:50 WIB
    Warga Berebut Gunungan Ketupat dan Lepat
    Warga berebut gunungan ketupat dan lepet --MTVN/Rhobi--
    medcom.id, Jepara: Sejak tiga tahun terakhir, Siti Solekhah, warga Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, setiap Pesta Lomban selalu mengunjungi objek wisata Pantai Kartini. Kali ini Siti datang bersama anak dan saudara-saudaranya.
     
    Selain ingin menikmati suasana pantai, kedatangan Siti juga bermaksud mengharap berkah dari gunungan ketupat dan lepet. Usai didoakan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, gunungan ketupat dan lepet langsung jadi rebutan.
     
    “Sudah tiga kali datang ke sini, tapi ikut berebut ketupat dan lepet baru kali ini. Katanya bisa mendatangakan berkah bagi yang mendapatkannya,” ujar Siti sembari meminta anak perempuannya berhenti menangis lantaran ikut berdesak-desakan saat berebut ketupat dan lepet, Minggu 2 Juli 2017.

    Warga Berebut Gunungan Ketupat dan Lepat
    Gunungan ketupat dan lepet
     
    Pengunjung Pantai Kartini lainnya, Nur Rokimin mengaku, setiap tahun selalu mengikuti pesta Lomban di Pantai Kartini dan ikut serta berebut gunungan ketupat dan lepet. Sama seperti Siti, Rokimin, warga Tahunan Kabupaten Jepara, pun berharap berkah dari gunungan ketupat dan lepet.
     
    Tak mudah bagi Rokimin untuk mendapatkan ketupat dan lepet. Dia harus berdesak-desakan dan beradu cepat dengan ratusan pengunjung yang turut serta berebut ketupat dan lepet.
     
    “Setiap tahun selalu ikut (rebutan gunungan ketupat dan lepet). Yang dapat ketupat dan lepet bisa dapat berkah,” kata Rokimin usai keluar dari kerumunan warga yang berebut ketupat dan lepet sembari membawa ketupat dan lepet yang berhasil didapatkannya.
     
    Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara Deni Hendarko menyampaikan, jumlah ketupat dan lepet yang diperebutkan warga, sesuai dengan tahun hijriah. Yaitu, 1438 buah.
     
    “Ini sudah menjadi tradisi setiap tahun. Jumlahnya (ketupat dan lepet) disesuaikan dengan tahun hijriah,” terang Deni.
     
    Sebelum gunungan ketupat dan lepet diperebutkan, masyarakat yang sudah memadati lapangan Pantai Kartini disuguhi hiburan tarian. Tari Kepis yang dibawakan seniman-seniman muda Jepara menggambarkan kehidupan nelayan yang berat. Mulai dari lilitan kebutuhan ekonomi hingga bahaya maut yang mengancam ketika mencari ikan di laut.


    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id