Ajukan Ratusan Pesanan Fiktif, Remaja Digeruduk Sopir Ojol

    Pythag Kurniati - 27 Maret 2019 09:22 WIB
    Ajukan Ratusan Pesanan Fiktif, Remaja Digeruduk Sopir Ojol
    Ilustrasi. Medcom.id/Rakhmat Riyandi
    Sukoharjo: Selama dua pekan terakhir, sopir ojek online (ojol) di Solo dan sekitarnya diresahkan pesanan makanan fiktif. Setelah ditelusuri, ternyata pemesannya adalah FAF, remaja 14 tahun asal Sukoharjo.

    Setelah mengetahui identitas pelaku, puluhan sopir ojol mendatangi rumah FAF di derah Cemani, Kecamatan Grogol, Sukoharjo. Peristiwa itu kemudian viral di media sosial.

    Orang tua FAF, M Fajri sempat bingung saat menemui puluhan sopir ojol Grab dan Gojek itu. Apalagi mereka meminta pertanggungjawaban Fajri untuk mengganti seluruh kerugian sopir.

    Fajri kemudian mengklarifikasi hal tersebut kepada FAF. "Ternyata anaknya mengakui perbuatannya, katanya sudah 185 kali order fiktif," kata Fajri, Rabu, 27 Maret 2019.

    Beberapa pesanan yang telah dilakukan FAF antara lain membeli roti maryam seharga Rp10 ribu yang dikirim ke rumahnya sendiri. Namun, tidak ada yang merasa membeli saat sopir ojol sampai di lokasi.

    "Pernah juga pesan serabi delapan bungkus diantar ke rumah tetangga. Padahal tidak ada yang pesan," ujarnya.

    Mereka pun kemudian melakukan mediasi di rumah Ketua RT setempat bersama anggota Polsek Grogol. "Permasalahan akhirnya diselesaikan dengan cara kekeluargaan," katanya.

    Remaja tanggung kelas 1 SMP di salah satu pondok pesantren di Sukoharjo itu kemudian diminta membuat surat pernyataan bermaterai agar tidak mengulangi perbuatannya. Dia juga diminta membaca surat pernyataan itu di hadapan sopir ojol dan saksi.

    Koordinator Gojek Solo Raya, Didik Prakoso, menilai tindakan FAF sangat merugikan para sopir. Sebab, sopir harus merogoh koceknya untuk mengganti pesanan tak bertuan itu.

    Perusahaan penyedia aplikasi sebenarnya memiliki kebijakan mengembalikan uang sopir Gojek yang terbuang. "Tapi prosedurnya rumit dan prosesnya bisa sebulan, makanya teman-teman enggan mengurus," ujar Didik.

    Pihak kepolisian kemudian menyita ponsel FAF untuk sementara waktu. Namun, kasus itu tidak dilanjutkan ke ranah hukum.

    Kapolsek Grogol AKP Didik Noertjahjo berharap kasus serupa tidak terjadi. Orang tua diharap mengawasi anaknya agar tak merugikan orang lain.

    "Kami harap orang tua lebih mengawasi anaknya dalam menggunakan gadget," katanya.



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id