Peluang Tipis Menuntut Keadilan dari UGM - Medcom

    Peluang Tipis Menuntut Keadilan dari UGM

    Ahmad Mustaqim - 20 Januari 2019 18:45 WIB
    Peluang Tipis Menuntut Keadilan dari UGM
    Ilustrasi uang, Medcom.id - M Rizal
    Yogyakarta: Peluang mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) korban dugaan pemerkosaan, N, menuntut keadilan kian tipis. Hasil kerja komite etik dan rektorat diduga tak berpihak pada korban.

    Pendamping hukum N, Anastasia Sukiratnasari mengatakan, kliennya harus menempuh jalan panjang untuk berjuang. Namun, perjuangan itu seperti berakhir mengecewakan.

    Ia mengatakan kliennya menuntut UGM menindak tegas terduga pelaku berinisial H dikeluarkan dari kampus dan diberi catatan buruk.

    Baca: Pelaku Pemerkosaan di UGM Dihukum Penundaan Wisuda

    Komite etik UGM telah selesai melakukan tugas dan menyerahkan hasilnya kepada rektorat sesuai tenggat waktu kerja pada 31 Desember 2018. Dari informasi yang ia peroleh, hasil keputusan komite etik mengecewakan.

    Salah satu bocoran isi hasil komite etik itu yakni menjadikan kasus dugaan pemerkosaan itu menjadi kategori tindak asusila. Alasannya, menjaga nama baik UGM. 

    Anastasia mengaku belum memperoleh salinan resmi rekomendasi komite etik. "Perubahan istilah itu kemunduran karena tindakan asusila mengarah pada suka sama suka," kata Anastasia saat dihubungi, Minggu, 20 Januari 2019. 

    Baca: UGM Akui Lamban Tangani Kasus Dugaan Pemerkosaan

    Menurut Anastasia, N masih dalam kondisi depresi dan saat ini masih menjalani proses skripsi. Tanpa kejelasan penanganan kasus, N akan diberikan pendampingan psikologis dari pihak yang belum terlibat kasus sama.

    N juga masih dalam pendampingan Rifka Annisa Woman Crisis Centre, lembaga yang konsen menangani kasus kekerasan perempuan. 

    Sementara Anggota komite etik, Sri Wiyanti Eddyono mengatakan, hasil kerja komite yang telah diselesaikan tepat waktu dan diserahkan ke rektorat. Komite etik beranggotakan dosen dari fakultas hukum, fakultas farmasi, fakultas kehutanan, fakultas ilmu sosial, dan ilmu politik (belakangan mengundurkan diri), fakultas teknik, fakultas filsafat, dan fakultas kehutanan.

    "Kalau hasilnya saya tak punya kewenangan menyampaikan. Memang kesimpulannya tidak bulat. Ada dissenting opinion," ungkap Sri kepada Medcom.id.

    Kepala Bagian Humas dan Protokoler UGM, Iva Ariani membenarkan Komite etik sudah selesai menyerahkan hasil kerja ke rektor. Iva menuturkan, hasil komite etik akan disampaikan kepada N dan H dalam waktu serta lokasi terpisah pada Senin, 21 Januari 2019. "Nanti akan kami beritahu hasilnya," kata Iva.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id