• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 14 NOV 2018 - RP 51.052.810.215

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Polisi Tunggu Laporan Mahasiswi UGM

Ahmad Mustaqim - 09 November 2018 20:30 wib
Ilustrasi uang, Medcom.id - M Rizal
Ilustrasi uang, Medcom.id - M Rizal

Yogyakarta: Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta menunggu laporan mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) N yang menjadi korban pemerkosaan oleh rekannya S.

Kepala Bidang Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto mengatakan, kasus yang dialami mahasiswa UGM bukan bagian delik aduan.

"(Korban) harus melapor kalau tak mau dirugikan," kata Yuliyanto saat dihubungi, Jumat, 9 November 2018.

Baca: Pelaku Pemerkosaan di UGM Dihukum Penundaan Wisuda

Sampai hari ini, Yuliyanto mengatakan Polda DIY belum menerima laporan. Menurut dia, data laporan diperlukan untuk pengusutan kasus itu. Termasuk mencari data dari saksi mengenai kejadian.

"Data ini yang jadi dasar kami dalam mengusut kasus, termasuk dalam pemanggilan orang-orang terkait kasusnya. Bisa keluarganya ataukah teman," ujarnya. 

Seorang mahasiswa UGM Yogyakarta berinisial N jadi korban pemerkosaan di lokasi kuliah kerja nyata (KKN) pada 2017 lalu. Kasus itu terungkap dalam laporan Badan Penerbitan Pers Mahasiswa (BPPM) Balairung UGM.

Dalam laporan itu, N diduga diperkosa temannya berinisial S di pondok tempat menginap lokasi KKN di luar pulau Jawa. Peristiwa itu terjadi saat keduanya hanya tinggal berdua di pondok.

Kepala Baguan Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani mengakui kasus itu dan menyatakan telah membentuk tim investigasi. Pihak UGM mengklaim mengusahakan prinsip keadilan kepada korban.

Baca: Kasus Pemerkosaan Mahasiswi UGM Diminta Dibawa ke Ranah Hukum

Sementara, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mendesak UGM bertindak tegas kepada S sebagai pemerkosa. Pelaku pemerkosaan harus diproses pidana. 

"Melihat sanksi akademik ataupun sanksi non pidana lain tidak serta merta menghilangkan sanksi pidana bagi oknum mahasiswa UGM yang diduga melakukan pelecehan seksual kepada rekannya saat KKN," ujar Wakil Ketua LPSK, Askari Razak dalam keterangan tertulisnya pada Kamis, 8 November 2018.


(DEN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.