Berkeinginan Bakar Jakarta, Seorang Pengojek Berurusan dengan Polisi

    Ahmad Mustaqim - 18 April 2019 20:55 WIB
    Berkeinginan Bakar Jakarta, Seorang Pengojek Berurusan dengan Polisi
    Pengemudi ojek online, Sabar Gimbal (tengah) yang harus berurusan dengan polisi. Medcom.id-Ahmad Mustaqim
    Yogyakarta: Seorang pengemudi ojek online bernama Sabar Gimbal harus berurusan dengan polisi akibat mengucapkan perkataan kontroversial. Salah satu ucapan kontroversial itu yakni ajakan untuk membakar Jakarta pada Senin, 22 April 2019. 

    Aksi Sabar itu terjadi saat demontrasi ojek online di kawasan Titik Nol kilometer Yogyakarta pada 13 April 2019. Orasi Sabar tersebut menjadi perbincangan warga net dari sebuah potongan video. 

    Ditemui di Polresta Yogyakarta, Sabar mengaku mengklarifikasi apa yang telah disampaikan saat orasi. Ia mengatakan orasi itu semata bagian dari protes yang dilakukan pengemudi ojek online di Yogyakarta soal sistem kerja yang dinilai tak adil. 

    Ia mengatakan, aksi yang dilakukan sebatas demonstrasi damai. "Kami sangat menghargai dan menjaga keamanan stabilitas DIY dan kami sangat sadar itu aksi kami closing dari rentetan aksi kami melawan kebijakan (operator ojek online)," kata dia di Polresta Yogyakarta, Kamis, 18 April 2019. 

    Ia mengatakan kata 'bakar' yang diucapkan saat orasi bermaksud untuk melawan sistem kemitraan pengemudi dan operator ojek online. Menurut dia, hal itu dilakukan semata untuk memberikan semangat perlawanan bagi sesama pengemudi. 

    "(Orasi itu) tak ada kaitannya dengan kepentingan politik atau pemilu. (Video berisi Sabar saat berorasi) itu dipotong orang tak bertanggung jawab," ujarnya. 

    Sabar tak tahu siapa yang merekam kemudian memotong video dan menyebarkan di media sosial. Ia berharap video itu segera dihapus. 

    "Saya mencari rekaman yang sama tapi tidak ada, saya belum hisa menemukan siapa yang merekam dan memotong itu," katanya. 

    Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY, Kombes Pol Hadi Utomo mengatakan pengedit video berisi orasi Sabar terkenal bernada provokasi. Ia menyatakan akan mencari pelakunya. 

    "(Video) ini menimbulkan keresahan. Kami memerlukan waktu karena untuk penelusuran butuh waktu penyelidikan," ungkapnya. 

    Ia meminta masyarakat lebih berhati-hati dalam bermedia sosial. Soal video itu, ia berharap masyarakat tak terprovokasi. Di sisi lain, Sabar dipersilakan pulang usai memberikan klarifikasi.



    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id