Megawati Dorong Revisi Terbatas UU ASN

    Mustholih - 12 Mei 2018 17:16 WIB
    Megawati Dorong Revisi Terbatas UU ASN
    Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. (ANT/MOHAMMAD AYUDHA)



    Semarang: Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mendukung revisi terbatas Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurut Megawati, usia tidak dapat dijadikan variabel untuk mengangkat warga negara menjadi ASN. 

    "Saya selalu mengingatkan bahwa profesionalitas juga harus dinilai dari lamanya pengabdian. Untuk para tenaga kesehatan, termasuk perawat, semakin lama seseorang bekerja, pengalaman akan mengasah dan menempa kemampuannya. Karena itulah, sejak awal saya mendukung revisi terbatas Undang-Undang ASN," ujar Megawati saat menghadiri peringatan, saat menghadiri peringatan Hari Perawat Internasional di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 12 Mei 2018. 






    Dia berujar, Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Surat Presiden yang menugaskan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, untuk membahas revisi terbatas UU ASN bersama DPR. 

    Megawati mengaku, akan menyampaikan kepada Jokowi terkait revisi UU ASN yang dituntut perawat se-Jawa Tengah. "Urusan saya nanti apa saya bisa ketemu Pak Jokowi apa tidak. Pak Jokowi ini kan mutar-mutar terus kayak kincir. Karena beliau ingin memajukan bangsa dan negara termasuk perawat menjadi PNS," ujarnya.

    Megawati menilai, isu kesehatan adalah bagian tidak terpisahkan dari isu ketahanan dan pertahan negara. Nasib kesehatan rakyat Indonesia, tidak lepas dari tenaga perawat. 

    "Oleh sebab itu, tenaga kesehatan sesungguhnya bukan hanya sebagai pekerja pelayan publik. Bagi saya, tenaga kesehatan adalah para pejuang penjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia," jelasnya.

    Apalagi, kata Megawati, Kementerian Kesehatan menargetkan Indonesia punya 180 perawat per 100 ribu penduduk selama 2015 hingga 2019. Meskipun target itu belum sesuai standar WHO, yang menyatakan seharusnya 445 perawat untuk 100 ribu penduduk. 

    "2017, terdata 170 perawat per 100 ribu penduduk. Kalau menurut saya, dengan jumlah penduduk yang besar, target jumlah perawat Indonesia harusnya ditingkatkan. Peningkatan yang saya maksud bukan hanya dari sisi kuantitas, tetapi juga dari sisi kualitas dan terpenuhinya hak-hak dasar perawat sebagai pekerja," tandasnya.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id