MAGHRIB 17:47

    Untuk Jakarta dan sekitarnya

    IMSAK 04:26
    SUBUH 04:36
    DZUHUR 11:53
    ASHAR 15:14
    ISYA 19:00

    Download Jadwal Imsakiyah

    Banyak ASN Jateng Terpapar Radikalisme

    Mustholih - 25 Maret 2019 12:19 WIB
    Banyak ASN Jateng Terpapar Radikalisme
    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Medcom.id/Budi Arista Romadhoni
    Semarang: Benih radikalisme di kalangan aparatur sipil negara (ASN) masih ditemukan di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut ASN tersebut kerap menyebarkan paham anti-Pancasila di tengah-tengah masyarakat.

    "Saya mendapat laporan intelijen dan juga masyarakat, masih ada ASN yang memiliki paham radikalisme. Banyak obrolan di masyarakat terkait masalah ini yang masuk ke saya," kata Ganjar, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 25 Maret 2019.
    Bahkan, kata Ganjar, ASN yang terpapar paham ekstrimis radikal itu ada yang berani menempel bendera-bendera terlarang. Mereka juga dikatakan Ganjar berani menyebarkan ekstrimisme di media sosial.

    "Bahkan ada juga yang menuliskan ajaran-ajaran radikalisme itu melalui status media sosial," ujar Ganjar tanpa menyebutkan detail jumlah ASN yang dilaporkan berpaham radikal tersebut.

    Ganjar sudah memanggil mereka untuk dimintakan klarifikasi. Namun, ASN itu kompak berkelit dari tuduhan menyebarkan semangat anti-Pancasila. Dia menegaskan ASN di Jateng harus loyal pada Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 1945.

    "Kalau memang tidak setuju, terbuka saja. Datang ke kami sampaikan yang tidak setuju. Jangan umpet-umpetan dan menyebarkan pada orang lain," terang Ganjar.

    ASN yang masih membandel terancam dipecat jika mereka menolak dibina dan diperingatkan. "Akan kami bina. Jika tidak bisa, maka akan diberi peringatan. Kalau diberi peringatan berkali-kali masih tidak bisa, terberatnya ya dipecat," jelas Ganjar.

    Ganjar juga menekankan pentingnya sikap netral ASN Jateng pada Pemilihan Umum 2019. Ganjar juga mengaku mendapat laporan banyak ASN yang tidak netral dan memihak pada salah satu pasangan tertentu.

    "Hampir tiap hari saya mendapat laporan. Saya mohon dengan sangat, mari kita jaga netralitas sesuai dengan undang-undang," tegasnya.



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id