Mahasiswi UGM Korban Pemerkosaan Depresi Berkelanjutan - Medcom

    Mahasiswi UGM Korban Pemerkosaan Depresi Berkelanjutan

    Patricia Vicka - 10 Januari 2019 18:15 WIB
    Mahasiswi UGM Korban Pemerkosaan Depresi Berkelanjutan
    Kuasa hukum N dari Pusat Krisis Perempuan Rifka Annisa saat jumpa pers di Yogyakarta, Kamis 10 Januari 2019. Medcom.id/Patricia Vicka
    Yogyakarta: Kasus dugaan pemerkosaan mahasiswi Universitas Gadjah Mada, N, masih terus diselidiki kepolisian DIY dan Maluku. Kondisi psikologi N kini memburuk.

    Kuasa hukum N dari Pusat Krisis Perempuan Rifka Annisa, Catur Udi Handayani, mengatakan N makin depresi usai kasusnya diseret ke ranah hukum. N kecewa dengan UGM lantaran melanggar kesepakatan untuk tidak tak melaporkan kasus ini kepolisian.

    "N sangat kecewa saat UGM membawa kasus ini ke ranah hukum. Dampak psikisnya sekarang depresi berkelanjutan," ujar Catur saat menggelar jumpa pers di kantor Rifka Annisa Jalan Jambon, Jatimulyo Sleman di Kamis 10 Januari 2019.

    N dan UGM sepakat menyelesaikan kasus ini secara internal di awal kasus ini terjadi. Namun, pihak UGM kemudian melaporkan kasus ini ke Polda DIY tanpa persetujuan N.

    Selain itu, Rektorat UGM juga belum menunjukkan keseriusan dan kesungguhan dalam  memfasilitasi pemulihan psikologis penyintas. Sebagai informasi biaya pendampingan psikologis penyintas selama tahun 2017 ditanggung Fisipol UGM, juga layanan UKP pada 14 November 2018.

    "Namun, pada 27 Desember 2018, penyintas masih harus menebus obat di Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM secara mandiri," jelasnya.

    Padahal konseling psikologi adalah salah satu hasil rekomendasi dari tim investigasi kasus dugaan pemerkosaan yang dibentuk rektorat UGM. N dan terduga pelaku, H, diwajibkan melakukan sesi konseling beberapa kali untuk pemulihan psikologi.

    Kasus pemerkosaan itu terungkap usai Balairung pers UGM menerbitkan tulisan  berjudul Nalar Pincang UGM via online pada 5 November 2018. Mahasiswa berinisial *H dilaporkan melakukan pelecehan seksual pada mahasiswi berinisial N

    Laporan itu menyebutkan, pelecehan seksual terjadi saat keduanya tengah mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Pulau Seram Maluku Peristiwa.
    itu terjadi pada Pertengahan 2017

    Lalu, mahasiswi  melapor ke polisi pada Desember 2018. Polisi lalu memproses laporan. Kini Kasus ini masuk ke tahap penyelidikan. Polisi belum menetapkan tersangka.


     



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id