MAGHRIB 17:47

    Untuk Jakarta dan sekitarnya

    IMSAK 04:26
    SUBUH 04:36
    DZUHUR 11:53
    ASHAR 15:14
    ISYA 19:00

    Download Jadwal Imsakiyah

    Puluhan Warga Yogyakarta Diduga Tertipu Proyek Perumahan Bersubsidi

    Ahmad Mustaqim - 06 April 2019 15:20 WIB
    Puluhan Warga Yogyakarta Diduga Tertipu Proyek Perumahan Bersubsidi
    Sejumlah warga lapor ke Polda DIY diduga tertipu proyek pembangunan rumah bersubsidi. Medcom.id-Ahmad Mustaqim
    Yogyakarta: Puluhan warga melapor ke Polda Daerah Istimewa Yogyakarta karena merasa tertipu pengembangan perumahan bersubsidi. Sekitar 33 warga Kota Yogyakarta itu melapor ke Polda DIY pada Sabtu, 6 April 2019. 

    Koordinator warga, Rudi Santoso, 42, mengatakan pihak melaporkan pengembang perumahan bersubsidi yang hendak membangun di kawasan Kaligawe, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul. Menurutnya, warga yang sudah melakukan perjanjian jual-beli kecewa lantaran rumah tak kunjung dibangun. 
    "Dari puluhan rumah yang dijanjikan, setelah sekian tahun baru baru 20 yang dibangun. Itu pun tak ada yang menempati karena sejumlah hal," kata Rudi ditemui di Polda DIY. 

    Ia mengaku tertarik ikut membeli rumah bersubsidi itu karena harga normal per unit Rp130 juta. Rudi sudah membayar DP sebesar Rp18 juta serta ditambah booking fee Rp23,5 juta. 

    "Saya mulai (proses jual-beli) 2018. Kalau sesuai yang dijanjikan, bulan Mei nanti ada akad. Lalu bisa menempati rumah pada 2020," kata warga Kota Yogyakarta. 

    Namun, ia merasa janggal lantaran dirinya diminta pengembang untuk menambah uang hingga total mencapai Rp197 juta. Menurut dia, harga itu tidak normal untuk rumah kategori bersubsidi. 

    "Yang ikut lapor tuntutannya beragam. Ada yang cancel dan uang kembali utuh, lalu ada yang tetap minta dibangunkan sesuai janji," kata dia. 

    Korban lain, Agus Prakoso mengatakan dirinya sudah selesai melakukan akad jual beli pada akhir 2018. Bahkan dirinya sudah membayar cicilan selama empat bulan dengan besaran Rp882 ribu per bulan lewat bank. 

    Agus juga mengaku sudah membayar uang muka Rp8,5 juta, namun tertulis Rp7 juta. "Tidak tahu itu Rp1,5 jutanya di mana," ujar karyawan salah satu swalayan ini. 

    Ia mengungkapkan, seharusnya sudah bisa memegang kunci rumah. Namun, ia tak diberikan akses untuk menemui pengembang. Di sisi lain, saat ditanyakan ke pihak bank tidak memberikan solusi yang memuaskan. 

    "Pihak bank nyuruh ambil kunci ke PT (pengembang). Tapi di sana belum ada saluran air dan listrik. Akses jalannya juga belum diperbaiki," ujarnya. 

    Sementara, Sutiyoso yang juga seorang konsumen, sudah membayar lunas. Ia memutuskan utang Rp100 juta ke bank dan Rp30 juta sisanya yang tabungan hasil pensiunan. 

    "November 2017 saya sudah bayar lunas. Katanya Desember 2018 sudah terima kunci. Tapi sampai sekarang gak ada kejelasan," tutur lelaki berusia 59 tahun ini. 

    Sutiyoso mengatakan dijanjikan bisa menempati rumah pada Juli 2019. Namun, ia juga dimintai tambahan yang Rp7 juta sebagai tambahan harga jual tanah yang naik. 

    "Saya maunya cancel saja. Kelihatan sudah tidak jujur membangunnya," ungkapnya. 

    Ketua Lembaga Ombudsman Daerah DIY, Suryawan mengatakan mengupayakan mediasi lebih dulu antara konsumen dengan pengembang. Pihaknya ingin membantu permasalahan itu agar bisa mencari solusi terbaik. 

    "Pemda DIY punya kepentingan besar untuk menjembatani permasalahan ini supaya para pihak terkait bisa saling memahami hak dan kewajibannya serta iklim investasi di DIY bisa terjaga dengan baik. Butuh komitmen yang bertanggungjawab dari semua pihak," ujarnya. 

    Kepala Bidang Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto mengatakan lembaganya akan menindaklanjuti laporan yang sudah masuk. "Kami akan lakukan penyelidikan, termasuk lemeriksaan pelapor dan terlapor," ucapnya. 



    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id