Polres Jepara Mulai 'Endus' SKTM Abal-abal

    Rhobi Shani - 12 Juli 2018 14:34 WIB
    Polres Jepara Mulai 'Endus' SKTM Abal-abal
    Calon siswa mengikuti pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) daring (online) di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri. Antara/Maulana Surya
    Jepara: Mencuatnya kasus penggunaan surat keterangan miskin (SKTM) tidak sesuai peruntukan pada proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) ditindaklanjuti aparat kepolisian. Satuan reserse kriminal (Satreskrim) Polres Jepara, Jawa Tengah, sudah membentuk tim untuk melakukan proses penyelidikan.

    "Sejak kemarin proses penyelidikan tim sudah mulai terjun. Besok akan ikut terjun langsung," ujar Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP Budi Santoso, saat dihubungi Medcom.id, Kamis, 12 Juli 2018.
    Budi menyebut penyelidikan membutuhkan waktu sepekan. Pengguna SKTM yang tidak sesuai peruntukannya akan dijerat sesuai hukum.

    Baca: Pengguna dan Penerbit SKTM Palsu Diancam 6 Tahun Penjara

    Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono mengatakan pembuat SKTM jika tidak terbukti benar-benar miskin akan dijerat sesuai Pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan Surat atau Dokumen dengan ancaman pidana enam tahun.

    Sanksi tegas bagi ASN

    Ratusan pendaftar SMA yang menggunakan SKTM ada PPDB tahun ini. Setelah verifikasi, ditemukan sembilan pendaftar SMA menggunakan SKTM tidak sesuai peruntukan.

    Informasi yang dihimpun Medcom.id, salah satu pengguna SKTM merupakan aparatur sipil negara (ASN). Pemerintah Kabupaten Jepara akan memberikan sanksi bagi ASN yang menggunakan SKTM untuk pendaftaran sekolah anaknya.

    Sekretaris Daerah Kabupaten Jepara, Sholih mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan ada ASN yang menggunakan SKTM untuk pendaftaran sekolah. Jika terbukti ada, Pemkab Jepara akan memberikan sanksi teguran.

    "Tolong kami diberi informasi nanti kami lacak. Sanksinya melihat porsinya, kalau semata-mata demi perjuangan anaknya agar diterima dan kalau anaknya sudah tidak diterima (didiskualifikasi, red) ya, minimal ditegur," kata Sholih.  

    Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jateng, jumlah daya tampung SMA se-Jateng yakni 113.325 dengan jumlah pendaftar 113.092. Jumlah peminat menggunakan SKTM yakni 62.456 dan setelah diverifikasi, tersisa 26.507. Sehingga masih ada kursi yang belum terisi untuk SMA.

    Baca: Camat dan Kades Diminta Selektif Terbitkan SKTM



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id