• DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK : Tanggal 19 SEP 2018 terkumpul RP 19.955.605.901

Bukan 'Emak-emak', Jokowi Setuju Perempuan Disebut Ibu Bangsa

Ahmad Mustaqim - 14 September 2018 18:38 wib
Presiden Joko Widodo, Medcom.id-Ahmad Mustaqim
Presiden Joko Widodo, Medcom.id-Ahmad Mustaqim

Yogyakarta: Presiden Joko Widodo menilai perempuan Indonesia mampu menjadi ibu yang menciptakan generasi bangsa unggulan. Lantaran itu, Jokowi meminta masyarakat menyebut para perempuan Indonesia dengan istilah ibu bangsa, bukan emak-emak.

Jokowi menyampaikan hal tersebut dalam Sidang Umum ke-35 Dewan Perempuan Internasional atau International Council of Women (ICW) di Hotel Inna Malioboro Yogyakarta, Jumat, 14 September 2018. Kegiatan itu juga sekaligus menjadi ajang Temu Nasional Seribu Perempuan Indonesia.

Saat memberikan kata sambutan, Jokowi sepakat dengan pernyataan Ketua Kongres Wanita Indonesia Giwo Rubianto Wiyogo. Giwo menyebutkan tak ada istilah The Power of Emak-emak. Yang ada, The Power of Ibu Bangsa.

"Inilah yang saya maksudkan sebagai ibu bangsa. Yang mendidik anak-anak kita sebagai penerus masa depan bangsa. Yang memperbaiki mentalitas, menjaga moral dan martabak, menjaga alam, menggerakkan ekonomi keluarga, dan masyarakat. Ini adalah sebuah tanggung jawab besar perempuan Indonesia menjadi ibu bangsa," kata Jokowi dalam kata sambutannya di depan ribuan peserta sidang.

Jokowi memberikan contoh beberapa perempuan yang tercatat dalam sejarah. Seperti Raden Ajeng Kartini dan Kristina Marta. Lalu, lanjut Jokowi, ada pula nama tokoh perempuan penggerak bangsa di antaranya Moeryati Soedibyo, Mutia Hatta, Butet Manurung, Sinta Nuriyah, hingga Mama Aleta Baun. 

"Saya kira banyak kiprah perempuan dan ibu-ibu yang tak kalah dengan negara lain. Baru saja saya memberangkatkan 24 srikandi yang gabung dengan pasukan perdamaian PBB di Lebanon. Kita juga memiliki delapan menteri perempuan," ungkap Jokowi.

Bahkan, ujar Jokowi, 12 dari 31 peraih medali emas Asian Games 2018 disumbangkan dari atlet perempuan. Penghormatan pada perempuan Indonesia pun ditunjukkan pada pembukaan Asian Games 2018. Yaitu, mantan atlet bulutangkis Susi Susanti berperan sebagai perempuan yang menyalakan obor pembukaan ajang olahraga empat tahunan itu.

"Artinya kita punya srikandi yang akan terus berjuang untuk merah putih untuk negara kita Indonesia," tutur Jokowi.


(RRN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.