Guru Berperan Besar dalam Penanggulangan Nikah Dini

    Ahmad Mustaqim - 10 April 2019 10:54 WIB
    Guru Berperan Besar dalam Penanggulangan Nikah Dini
    Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal
    Gunungkidul: Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan memaksimalkan peran guru di sekolah. Salah satu tujuannya untuk menekan angka pernikahan anak.

    Disdikpora Gunungkidul telah menjalankan pola 1:5 atau 1:10 di sekolah. Seorang guru bertugas membimbing 5-10 siswa.

    Kepala Disdikpora Kabupaten Gunungkidul Bahron Rasyid menyebut pola itu dipakai untuk memaksimalkan interaksi guru dan siswa. Sebab, guru tak hanya mengambil peran dalam konteks masalah akademik.

    "Guru juga bisa menjadi tempat berbicara masalah keluarga hingga bagaimana menyalurkan rasa tertarik antarlawan jenis. Dalam salah satu mata pelajaran juga telah ada pengenalan terkait dengan seks tetapi memang tidak vulgar sesuai dengan substansinya," kata Bahron saat dihubungi pada Rabu, 10 April 2019.

    Pihaknya akan bekerja maksimal untuk mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menekan kasus pernikahan anak. Pemberian materi pendidikan seksual kepada anak menjadi salah satu jalan.

    Namun, Disdikpora bukan satu-satunya pihak yang harus terlibat. "Kami hanya sebagian kecil dari masyarakat, jadi kami juga akan berusaha untuk menekannya," ucapnya.

    Ia berkata pendidikan di lingkungan masyarakat menjadi faktor yang tidak kalah penting. Aktivitas anak akan lebih banyak di lingkungan masyarakat ketimbang di sekolah.

    "Kasus (pernikahan anak) ini salah satunya dari pergaulan di lingkungannya. Orang tua kiranya juga perlu meningkatkan perhatian untuk aktivitas anak-anak usia sekolah," tuturnya.

    Sebanyak 16 anak sebelumnya mengajukan dispensasi menikah di Pengadilan Agama Kabupaten Gunungkidul. Angka ini tercatat dari Januari hingga awal April 2019.

    Bupati Gunungkidul Badingah segera berkoordinasi dengan sejumlah lembaga, termasuk Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3ABPMD), untuk lebih menyebarkan risiko pernikahan dini. Badingah juga menginginkan komitmen masyarakat untuk menjalankan deklarasi gerakan untuk tidak menikah di usia muda.



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id