• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 14 NOV 2018 - RP 51.052.810.215

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

LPSK Siap Dampingi Korban Pemerkosaan di KKN UGM

Patricia Vicka - 09 November 2018 20:32 wib
Ketua LPSK RI Abdul Haris Semendawai di Yogyakarta, Jumat, 9
Ketua LPSK RI Abdul Haris Semendawai di Yogyakarta, Jumat, 9 November 2018. Medcom.id/Patricia Vicka

Yogyakarta: Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) siap mendampingi mahasiswi Universitas Gajah Mada korban pemerkosaan. Tim LPSK tengah berusaha menemui korban dan keluarganya.
 
N, mahasiswi Fisipol UGM menjadi korban pemerkosaan teman sekampusnya, S, pada 2017. Tindakan asusila terjadi di lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Maluku. Kini keberadaan N tidak diketahui.

Ketua LPSK RI Abdul Haris Semendawai mengatakan dirinya sudah berkomunikasi dengan pihak-pihak yang pernah berhubungan langsung dengan korban.

"Kami sudah coba kontak dengan pimpinan kampus. Semoga dalam waktu dekat kami bisa bertemu dengan korban," ujar Abdul di sela-sela kunjungan kerjanya di Yogyakarta, Jumat, 9 November 2018.

Tak boleh sekedar damai

Jika benar ada pemerkosaan, korban dan pihak universitas seharusnya tak segan membawanya ke ranah hukum. Sebab perbuatan bejat tersebut sudah masuk kategori pidana.

Kedua orang yang terlibat, korban dan pelaku, sudah dewasa dan dianggap bisa bertanggung jawab terhadap perbuatannya sendiri. Dia pun tak ingin kasus ini diselesaikan 'di bawah meja'.

"Kalau dilanjutkan damai, berarti tidak menghargai negara kita sebagai negara hukum," tegasnya.

Baca: Pelaku Pemerkosaan di UGM Dihukum Penundaan Wisuda

LPSK mendorong korban untuk berani melapor pada kepolisian. Abdul melanjutkan pihaknya siap mendampingi dan melindungi korban. Bentuk pendampingan akan disesuaikan dengan kondisi korban.

"Pendampingan bisa berupa ditempatkan ke rumah aman. Atau pengawalan dan pendampingan hukum saat melapor ke polisi. Dan penyediaan psikolog untuk menyembuhkan psikis korban,"pungkasnya.

UGM pilih selesaikan sendiri

Terpisah, Rektor UGM Panut Mulyana menegaskan pihaknya memilih menyelesaikan sendiri kasus yang menimpa anak didiknya. Rektorat telah membentuk tim khusus pengusutan dan penyelesaian kasus ini.

"Saya yakin UGM bisa menyelesaikan permasalahan ini dengan seadil-adilnya," pungkasnya.

Ke depannya, UGM turut akan memperbaiki tata kelola kegiatan KKN. Kegiatan ini akan disertai sistem perlindungan dan keamanan kepada mahasiswa dan mahasiswi yang mengikutinya. 

Baca: Polisi Tunggu Laporan Mahasiswi UGM
 


(SUR)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.