Potensi Luapan Sungai Hanya Terjadi di Perkotaan Yogyakarta

    Ahmad Mustaqim - 13 Desember 2018 17:34 WIB
    Potensi Luapan Sungai Hanya Terjadi di Perkotaan Yogyakarta
    Sungai Progo yang melintas kawasan Kulon Progo dan membatasi wilayah dengan Kabupaten Bantul dan Sleman, Kamis, 13 Desember 2018. Medcom.id-Ahmad Mustaqim.
    Yogyakarta: Sejumlah sungai yang melintas di Yogyakarta memiliki debit air yang cukup besar saat hujan intensitas tinggi. Namun, luapan air sungai hanya terjadi di kawasan perkotaan serta saat kondisi cuaca buruk, seperti saat terjadi siklon cempaka pada tahun lalu.

    Sungai Progo yang melintas di perbatasan Bantul dengan Kulon Progo kecil kemungkinan meluap. Pada awal musim hujan ini debit Sungai Progo bertambah, namun tak sampai naik hingga batas permukaan. 

    "Saya hidup dan lahir di sisi sejak tahun 1960an belum pernah sungai (Progo) sampai meluap besar. Kalau sini meluap warga di daerah selatan bisa terendam," kata Partono, warga Kecamatan Sentolo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis, 13 Desember 2018.

    Sungai yang pernah meluap yakni Sungai Oya. Catatan Medcom.id, sungai yang berhulu di lereng Gunung Merapi serta melintas di wilayah Sleman dan Bantul ini pernah meluap pada akhir tahun lalu.

    Saat itu, sungai sempat merendam puluhan rumah saat terjadi badai siklon cempaka. Akibatnya, warga harus membersihkan lumpur yang masuk hingga di dalam rumah. 

    Sementara itu, sungai yang melintas di kawasan perkotaan di Yogyakarta, seperti sungai Code, Winongo, dan Gajahwong, biasa meluap saat hujan dengan intensitas sangat tinggi. Di sejumlah titik tiga sungai ini terdapat bangunan rumah warga.

    Bangunan yang sangat dekat dengan sungai kerap terdampak luapan air saat debit air sungai naik.

    "Ini biasanya sifatnya hanya sesaat, bukan banjir. Sifatnya hanya peristiwa," kata Manajer Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Danang Samsurizal. 

    Luapan air saat hujan intensitas tinggi kerap terjadi di kawasan Sleman. Sejumlah titik jalan yang kerap tergenang air yakni di Jalan Kaliurang (dekat MM UGM), Jalan Solo di timur Ambarukmo Plaza, serta di simpang empat Gejayan atau Jalan Padjdjaran. 

    Danang mengimbau masyarakat lebih bijak dan menyikapi kondisi lingkungannya. Selain membuang sampah sesuai tempatnya, juga membuat resapan dan memfungsikan saluran drainase dengan baik di sekitar tempat tinggal. 



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id