Polda Belum Simpulkan Dugaan Pemerkosaan Mahasiswi UGM

    Ahmad Mustaqim - 06 Februari 2019 14:16 WIB
    Polda Belum Simpulkan Dugaan Pemerkosaan Mahasiswi UGM
    Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY, Komisaris Besar Hadi Utomo (kanan). Medcom.id-Ahmad Mustaqim
    Yogyakarta: Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, Komisaris Besar Hadi Utomo mengatakan menemukan indikasi perbuatan dugaan pemerkosaan dan pencabulan mahasiswi UGM tidak terjadi. Ia menyatakan temuan itu dari sejumlah barang bukti yang sudah dikumpulkan. 

    "Indikasinya sangat kuat. Indikasi ini dari seluruh alat bukti yang saya miliki," kata Hadi di Mapolda DIY pada Rabu, 6 Februari 2019. 

    Baca: Polda DIY Isyaratkan Setop Kasus Dugaan Pemerkosaan Mahasiswi UGM

    Meski demikian, temuan itu belum menjadi kesimpulan. Ia mengatakan Reserse Kriminal Umum akan menggelar satu gelar perkara yang jadi tahapan kesimpulan penyidik. 

    Menurut Hadi, penyidikan masih berjalan. Ia menyebutkan, keputusan damainya antara pelaku, HS; korban, N; bersama rektorat UGM; tak mempengaruhi proses hukum yang dilakukan kepolisian. 

    "Silakan berdamai, saya tetap akan buktikan dugaan pemerkosaan terbukti atau tidak. Saya akan panggil kembali pelapor, korban, dan pelaku," ujarnya. 


    Baca: Kasus Dugaan Pemerkosaan di UGM Berakhir Damai

    Ia menambahkan, keputusan damai dalam kasus itu hanya sebatas informasi kepada penyidik. Informasi itu berupa pelaku dan korban sudah tidak mempermasalahkan persoalan yang terjadi. 

    "Saya juga sudah mendapat keterangan ahli dari UII dalam memberikan bantuan pendapat. Peristiwa itu pidana atau bukan. Sejauh ini, saya belum menerima surat perdamaian dari UGM," ungkapnya. 

    Rektorat UGM dengan HS serta N sebelumnya melakukan kesepakatan perdamaian atas kasus dugaan pemerkosaan yang terjadi saat KKN di Maluku pada 2017. Perdamaian dilakukan dengan pembuktian tanda tangan surat bermaterai. 

    Pihak UGM berjanji menanggung biaya kewajiban konsultasi psikologis bagi HS dan N. UGM mengklaim akan menanggung biaya kuliah N andai beasiswa Bidikmisi yang diterima sudah tidak cair, termasuk kebutuhan sehari-hari. 



    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id