Kepala BPN Kota Semarang Dilepas Penyidik Kejari

    Mustholih - 08 Maret 2018 15:08 WIB
    Kepala BPN Kota Semarang Dilepas Penyidik Kejari
    Kepala Kejari Kota Semarang Dwi Samudji. Foto: Medco.id/Mustholih
    Semarang: Kejaksaan Negeri Kota Semarang memutuskan menahan Kasubsi Pemeliharaan Data Pertanahan BPN Kota Semarang, Windari Rochmawati. Sedangkan Kepala BPN Kota Semarang, Sriyono, dan dua pegawai honorernya, Jimny dan Fahmi, dilepas Kejari dengan alasan mereka masih berstatus saksi.

    Kepala Kejari Kota Semarang Dwi Samudji mengambil langkah tersebut demi kepentingan penyidikan kasus pengurusan tanah di BPN Kota Semarang.

    "Sudah resmi ditahan kemarin," kata Dwi di Kejari Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 8 Maret 2018.

    (Baca: Tertangkap Tangan Status Kepala BPN Semarang Masih Saksi)

    Meski begitu, kata Dwi, penyidik tetap menggali keterkaitan mereka dalam kasus yang menjerat Windari. Namun, dia mengindikasikan kepala BPN Semarang tak berarti sudah 'bersih' dari kasus.

    "Yang lain tersangka dulu baru ditahan. Kalau masih saksi enggak bisa (ditahan)," ujar Dwi menegaskan.

    Windari Rochmawati ditetapkan sebagai tersangka setelah tertangkap tangan menerima amplop berisi uang senilai Rp32,4 juta. Penyidik Kejari Kota Semarang menangkap Windari pada pukul 16.00 WIB, Senin, 5 Maret 2018, saat bersama Kepala BPN Kota Semarang, Sriyono, dan dua pegawai honorer, Jimny dan Fahmi.

    Saat didalami, ternyata uang yang dihimpun Windari dalam pengurusan tanah di BPN mencapai Rp600 juta. Kejari Kota Semarang akhirnya menetapkan Windari sebagai tersangka dengan dikenakan Pasal 12 huruf e  dan Pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

    (Baca: 'Setoran' ke Kepala BPN Kota Semarang Didalami)

    Dwi berujar uang ratusan juta tersebut dihimpun Windari dari banyak orang. Total ada 125 amplop berisi uang yang diterima Windari sejak periode Oktober 2017 hingga akhirnya ditangkap penyidik.

    Dwi berjanji bakal mengusut kasus di BPN Kota Semarang sampai tuntas. Apabila ditemukan alat bukti keterlibatan pihak lain dalam kasus Windari, Dwi tidak akan segan-segan menetapkannya sebagai tersangka.

    "Saya minta penyidik agar pemeriksaan tetap didalami. Siapa pun yang terlibat silakan teman-teman penyidik menetapkannya sebagai tersangka," tegas Dwi.

    (Baca: Kejaksaan Geledah Kantor Kepala BPN Kota Semarang)



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id