• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 14 NOV 2018 - RP 51.052.810.215

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Kasus Pemerkosaan Mahasiswi UGM Diminta Dibawa ke Ranah Hukum

Patricia Vicka - 09 November 2018 14:57 wib
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) Yohana Susana
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) Yohana Susana Yembise usai menjadi pembicara dalam acara kuliah umum Gender Equality Dalam Era Digital Innovation di Indonesia di UGM Yogyakarta, Jumat, 9 November 2018. Medcom.id/ Patricia Vicka, .

Yogyakarta: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) mendorong penyelesaian kasus pemerkosaan mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) dibawa ke ranah hukum. Pasalnya undang-undang sudah menjamin perlindungan dan keamanan para wanita dari kejahatan kekerasan seksual.

Menteri PPA Yohana Susana Yembise mengatakan, Kementeria PPA turun tangan mendampingi penyelesaian kasus ini.

"Kekerasan seksual harus berhadapan dengan hukum. Karena Undang-Undang sudah ada yang menjamin perlindungan, kami akan dampingi proses ini," kata Yohana usai menjadi pembicara dalam acara kuliah umum Gender Equality Dalam Era Digital Innovation di Indonesia di UGM Yogyakarta, Jumat, 9 November 2018.

Baca: Mahasiswa UGM Diperkosa Teman KKN

Yohana menjelaskan, alasan kuat kasus ini harus didorong ke ranah hukum adalah tindakan asusila ini terjadi dalam lingkup kegiatan kampus. Seharusnya kegiatan kampus bisa memberi keamanan kepada mahasiswi.

Menurut Yohana, pihaknya juga sudah menerjunkan tim ke lapangan untuk mengusut kasus ini. Dirinya sudah berkordinasi dengan Pemda DIY untuk menanyakan duduk perkara sekaligus kelanjutan penyelesaian kasus ini.

"Sudah kami cek sampai mana penyelesaiannya ke kepala Dinas DIY. Kita masih melihat apakah ini akan dilanjutkan ke ranah hukum," jelas Yohana.

Berdasarkan laporan yang diperoleh, Yohana mengatakan UGM sedang melakukan mediasi dengan keluarga korban dan pelaku. Mediasi ini dilakukan untuk mengetahui kronologi kejadian.

Sebelumnya seorang mahasiswi berinisial AN diperkosa teman sekampusnya, HS pada 2017. Saat itu korban dan pelaku sedang mengikuti kuliah kerja nyata (KKN) di Maluku. Kasus itu terungkap dalam laporan Badan Penerbitan Pers Mahasiswa (BPPM) Balairung UGM.


(DEN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.