Kadipaten Pakualaman Siapkan Pesta Pernikahan

    Ahmad Mustaqim - 26 Desember 2018 18:16 WIB
    Kadipaten Pakualaman Siapkan Pesta Pernikahan
    Ketua Panitia Dhaup Ageng Pura Pakualaman, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Indrokusumo (kedua dari kiri) di Kompleks Pura Pakualaman Yogyakarta, Rabu, 26 Desember 2018. Medcom.id-Ahmad Mustaqim.
    Yogyakarta: Pura Pakualaman Yogyakarta akan menggelar proses pernikahan atau Dhaup Ageng putra Paku Alam X, bernama Bendara Pangeran Haryo (BPH) Kusumo Bimantoro dengan dr. Maya Lakshita Noorya. Acara inti pernikahan putra Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tersebut akan berlangsung pada 5 Januari 2019.

    Ketua Panitia Dhaup Ageng Pura Pakualaman, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Indrokusumo mengatakan, prosesi Dhaup Ageng berlangsung sejak 24 Desember 2018 hingga 7 Januari 2019. Adapun acara resepsi pernikahan akan dilakukan di Bangsal Sewatama Pura Pakualaman, Sabtu, 5 Januari 2019.

    "Acara Dhaup Ageng Pura Pakualaman sudah dimulai. Yang sudah terlaksana di antara Bucalan, dan hari ini ada wilujengan," kata Indrokusumo di Kompleks Pura Pakualaman Yogyakarta, Rabu, 26 Desember 2018.

    Upacara pernikahan akan dilakukan dengan adat Jawa. Selain yang sudah dilakukan, proses juga disertai dengan kegiatan menziarahi makam leluhur, dari Paku Alam I (Kotagede), Paku Alam V hingga IX (Girigandha, Kulon Progo). 

    Kemudian, juga dilakukan doa bersama di sejumlah masjid, seperti di Masjid Agung Pakualaman, Masjid Sunyaragi (Baciro, Kota Yogyakarta), Masjid Girigondo (Kulon Progo), dan Masjid Rayu (Brosot). Selain itu, proses juga meliputi pemasangan tarub, siraman, hingga Midodareni. 

    "Susunan acara sudah ditata sedemikian rupa. Sebagai upacara adat dan budaya yang dilakukan pada masa sebelumnya kita menjaga kesakralan proses upacara itu," ungkap Indrokusumo. 

    Ia menambahkan, orang tua pengantin perempuan akan langsung menikahkan putrinya dengan pengantin laki-laki di Masjid Agung Pura Pakualaman pada 5 Januari 2019. Menurut dia, praktik demikian merupakan bagian adat Jawa. 

    "Tapi nanti pengantin perempuan tak di depan meja (ijab-qabul), melainkan ada di tempat tersendiri di masjid," kata Indrokusumo.

    Tanpa Pembawa Acara 

    Proses pernikahan akan dijalankan menurut tradisi Jawa. Sejumlah prosesi yang dilakukan di antaranya bucalan, wilujengan, ziarah ke makam leluhur, berdoa di masjid, memasang tarub, nyengker, siraman, midodareni, tantingan, hingga ijab Qabul. 

    "Kira masih melestarikan adat istiadat Jawa, bukan terus modifikasi dan lain sebagainya. Kita tak menampik, misalnya mencari kelengkapan yang sudah tak ada lagi materialnya. Kita harus sedikit fleksibel," ungkap Indrokusumo.

    Indrokusumo kembali mengatakan, proses pernikahan tersebut bisa dilihat meski tak secara langsung berada di lokasi. Sebab, proses pernikahan juga tak disertai dengan kirab atau keliling di sejumlah ruas jalan di Yogyakarta. 

    "Masyarakat yang ingin melihat, keaslian bisa dilihat. Masyarakat bisa melihat kelengkapan upacara lewat layar lebar yang disediakan panitia di luar. Jangan sampai mencocokkan (tradisi) harus berada di negara lain," jelas Indrokusumo.

    Sementara Ketua III Dhaup Ageng Pura Pakualaman, Kanjeng Raden Mas Tumenggung (KRMT) Kusumo Aminoto mengungkapkan, prosesi Dhaup Ageng sekaligus menjadi bentuk aktualisasi pengemban Pura pakualaman sebagai pengemban kebudayaan di Yogyakarta, selain Kraton Yogyakarta.

    Ia mengatakan, calon pengantin perempuan dan keluarga akan sudah berada di kompleks Pura Pakualaman pada 3-7 Januari 2019. 

    "Seperti ini jarang dilakukan masyarakat Yogyakarta, walaupun tempat tinggalnya tak lebih dari tiga kilometer. Tapi tetap mengikuti aturan, ikut acara nyengker, midodareni, Panggih, dan pasang tarub yang rencananya lebih dari enam titik," ujar.

    Menurut dia proses resepsi nanti akan berjalan tanpa pembawa acara. Ia menyebutkan, alunan alat musik Jawa atau gendhing akan menjadi penuntun dari awal acara hingga penutupan. 

    "Klunya ada pada gending. Acara berjalan mengalir. Gendhing-gendhing yang digunakan semua memiliki makna. Semua saling terkait," pungkasnya.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id