Polisi Periksa Saksi Penyekapan di Bekasi

    Antonio - 26 Juni 2019 12:29 WIB
    Polisi Periksa Saksi Penyekapan di Bekasi
    Ilustrasi/Medcom.id.
    Bekasi: Sebanyak enam orang saksi diperiksa atas kasus perampokan dan penyekapan di Gudang Distributor elektronik CV Murtantes, Jalan KH Noer Ali Kalimalang, Pondokgede, Kota Bekasi pada Senin, 24 Juni 2019 dini hari lalu.

    "Saat ini masih dilanjutkan penyelidikan bersama dengan Resmob Polda Metro Jaya," kata Kassubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Komisaris Erna Ruswing Andari di Bekasi, Rabu 26 Juni 2019.

    Erna menjelaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut. "Belum diketahui secara pasti (jumlah pelaku) karena kan recorder CCTV dibawa, saat dibuka itu sudah kosong," ujarnya.

    Polisi memperkirakan pelaku berjumlah sekitar tujuh orang. Mereka masuk ke gudang dengan mengunting gembok dan melumpuhkan lima orang karyawan dengan mengikatnya.

    Selanjutnya, pelaku naik ke atas gudang tersebut untuk ke rumah korban.  Mereka melumpuhkan serta melukainya. "Korban mengalami luka terbuka di pelipis kanan atas serta kepala kanan atas luka robek diduga dipukul benda besi," jelasnya.

    Kerugian atas kasus tersebut di antaranya yakni ponsel jenis iPhone X Maks, iPhone 7, sebuah dompet berisikan uang sebesar Rp1 juta. Kemudian, recorder kamera pengawas (CCTV) diambil dan pelaku membongkar paksa brangkas yang tidak ada isinya.

    Sebelumnya, lima orang karyawan Gudang Distributor elektronik CV Murtantes di Jalan KH Noer Ali Kalimalang, Pondok Gede, Kota Bekasi, disekap kawanan perampok, Senin, 24 Juni 2019 dini hari. Selain disekap, lima karyawan tersebut sempat diancam menggunakan senjata tajam.

    Yugi, salah seorang karyawan mengatakan, peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu karyawan jaga yang sedang terlelap dibangunkan oleh pelaku.

    “Mereka bangunin kita langsung tanya ‘bos di mana?’ Langsung kita jawab ‘di atas’ mereka langsung ke atas,” ungkap Yugi, Senin, 24 Juni 2019. 

    Yugi menjelaskan, Ia dibangunkan pelaku bersama empat pelaku lainnya, pelaku langsung mengikat tangan dan kakinya. Mulut dan mata mereka juga ditutup sehingga tidak mengetahui apa yang sedang terjadi. 

    Selama penyekapan, kata Yugi, pelaku mengancam dirinya untuk tidak bergerak.

    Penyekapan tersebut diperkirakan berlangsung selama satu jam. Saat pelaku melarikan diri, Yugi dan kawannya berusaha melepaskan diri dengan menggigit tali pengikat yang menawan mereka.

    “Kita saling gigit aja, kalau yang ikatannya pakai plastik kita sundut obat nyamuk dengan cara dibakar, gantian,” kata Yugi.

    Setelah berhasil melepaskan diri, lanjut dia, Yugi dan empat kawan lainnya, Nana, Ari, Asep dan Jaenal segera melapor ke pihak berwajib.

    Nana, seorang karyawan lainnya mengaku tak sempat berkomunikasi dengan para pelaku. Selama penyekapan, mereka diminta untuk tidak berbicara sementara kawanan pelaku menunggu di belakang.

    “Ngancam apa juga saya tidak inget, posisinya kita kan pulas tidur dibangunin kaget langsung diikat,” kata dia.

    Nana mengatakan, dirinya hanya melihat usai kejadian seorang bos tempat Ia bekerja terluka. Saat pelaku melarikan diri, Ia pun langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

    “Bos yang lelaki (Suki) terluka, katanya dipukul pakai linggis, lukanya sekitar pelipis, sama belakang kepala,” kata dia.

    Kanit Reskrim Polsek Pondok Gede, AKP Supriyanto, membenarkan hal tersebut. Ia menyebut pelaku mengambil Rp1 Juta dan dua buah ponsel. “Uang satu juta, sama handphone dua (buah),”ujar Supriyanto.

    Saat ini, kata dia, kasus tersebut masih diselidiki pihak Polres Metro Kota Bekasi. Polisi pun masih mengidentifikasi para pelaku. 





    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id