Badan Karantina Pertanian Razia Daging Celeng

    Hendrik Simorangkir - 25 Mei 2019 16:18 WIB
    Badan Karantina Pertanian Razia Daging Celeng
    Ilustrasi penjual daging kerbau. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
    Tangerang: Badan Karantina Pertanian (Barantan) memeriksa kendaraan pembawa daging sapi dan kerbau di Pelabuhan Merak, Sabtu, 25 Mei 2019. Pemeriksaan dilakukan untuk mencegah masuknya daging celeng ke Jawa dari Sumatra, begitupun sebaliknya.

    "Apalagi sekarang jelang lebaran, kita tidak ingin tercampurnya daging sapi, kerbau, dengan daging celeng yang dilarang dalam Islam. Sehingga kita Periksa betul," kata Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil, Sabtu, 25 Mei 2019.
    Ali menjelaskan kendaraan yang diperiksa merupakan kendaraan asal Sumatra yang tiba di Pelabuhan Merak, begitupun sebaliknya, kendaraan asal pulau Jawa yang akan menyeberang ke Sumatra.

    Menurut Ali sepanjang 2018 Badan Karantina berhasil menyita 4.670 ton daging celeng ilegal asal Sumatra di Pelabuhan Merak. Daging celeng banyak dihasilkan dari Sumatra, pusatnya ada di Sumatra Barat, Jambi, Palembang, Bengkulu, hingga Lampung.

    "Itu memang daerah berburu. Kita juga tidak bisa salahkan saudara kita, mungkin ada hama juga celengnya, diburu, ditembak," ungkap Ali.

    Ali mengimbau, masyarakat tidak tergiur harga daging murah, yang dijual di pasaran. Hal itu untuk menutup kemungkinan daging yang dijual sudah dicampur dengan daging celeng.

    "Para pebisnis dan sebagainya, jangan sembarangan untuk diedarkan (daging celeng), tentu ada aturannya. Kalau sesuai surat peruntukannya itu tidak masalah," beber Ali.

    Dalam razia tersebut Barantan dibantu personel gabungan dari Badan Karantina Pertanian, BNN, Polri, dan TNI. Ke-150 petugas itu disebar di tujuh titik lokasi pemeriksaan, seperti Pelabuhan Merak, Terminal Terpadu Merak (TTM) hingga jalan Cikuasa Atas.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id