Enam SMK Bekasi Dapatkan Lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi

    Gervin Nathaniel Purba - 21 Maret 2019 20:16 WIB
    Enam SMK Bekasi Dapatkan Lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi
    Menaker Hanif Dhakiri menyerahkan LSP P1 kepada enam SMK di Bekasi. (Foto: Dok. Kemenaker)
    Bekasi: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri menyerahkan lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP P1) kepada enam SMK kota Bekasi di SMK Karya Guna 1 Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 21 Maret 2019.
     
    Enam lisensi LSP P1 SMK diserahkan Hanif kepada SMK Karya Guna1 Bekasi, SMK Bina Husada Mandiri, SMK Al- Bahri, SMKN 1, SMKN 6, dan SMKN 7 Kota Bekasi, Jawa Barat.
     
    Hanif mengatakan penyerahan sertifikasi dalam rangka mendorong relevansi kompetensi lulusan SMK dengan kebutuhan pasar kerja/industri berjalan relatif baik. Sebab profil pengangguran dominan berasal dari lulusan SMK.
     
    "Dengan adanya sertifikasi ini, bisa membantu memfasilitasi anak-anak muda Bekasi untuk masuk ke pasar kerja dan memulai wirausaha baru. Makanya kami mendorong agar sertifikasi kompetensi bisa terus ditingkatkan,” kata Hanif.
     
    Melalui sertifikasi profesi, Hanif yakin akan mampu mendongkrak angka pengangguran di tingkat SMK yang mengalami problem miss match di atas 50 persen. Karenanya masih harus perlu banyak perbaikan baik dari segi kualitas guru, sarana, dan prasaranya.
     
    Salah satu kontribusi Kemenaker adalah memastikan agar sertifikasi kompetensinya juga harus diperbaiki. "Sehingga ketika anak-anak ini diuji kompetensi, akan ketahuan mereka memiliki keahlian tertentu sesuai pasar kerjanya, " katanya.
     
    Bagi SMK yang belum memiliki sertifikasi, SMK tersebut bisa memprosesnya karena prinsipnya secara terbuka untuk semua. LSP yang diberikan untuk enam SMK di Bekasi ini namanya LSP P1. 

    "Jadi dia hanya bisa mensertifikasi untuk siswanya sendiri, tidak bisa sertifikasi siswa orang lain," ujar Hanif.
     
    Menurut Hanif, sertifikasi kompetensi merupakan suatu alat instrumen pengakuan bagi keahlian yang dimiliki seseorang. Karena itu, pihaknya akan mendorong terus agar sertifikasi kompetensi terus berjalan. 

    Namun, di sisi lain, dunia usaha diimbau dalam rekruitmen calon pekerja juga berbasis kompetensi.
     
    "Jika sebelumnya persyaratannya lulusan SMA, diploma, dan sarjana, maka kami minta ada lowongan kerja dikasih opsi. Misalnya syarat minimal lulusan SMA atau bersertifikat kompetensi operator otomotif. Jadi yang punya ijazah bisa gunakan ijazahnya. Sedangkan mereka yang tidak punya, bisa gunakan sertifikat kompetensi, " ucap Hanif.
     



    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id