11 WNA di Bekasi Ditangkap karena Menyalahi Izin

    Antonio - 13 Februari 2019 20:53 WIB
    11 WNA di Bekasi Ditangkap karena Menyalahi Izin
    Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
    Bekasi: Sebanyak 11 warga negara asing (WNA) ditangkap Tim Seksi Intelejen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakin) Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Bekasi, Selasa, 12 Februari 2019 malam. Mereka ditangkap di Apartemen Center Point, Kota Bekasi, Jawa Barat. 

    Sepuluh orang diketahui warga negara Nigeria dan satu orang lainnya merupakan warga negara Ghana. Mereka diduga melanggar Undang-undang Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian.

    "Setelah koordinasi, petugas ke TKP dan didapati dan diamankan 11 WNA Afrika, 10 di antaranya Nigeria dan 1 Ghana. Kesebelas ini didapati atau patut diduga telah melakukan pelanggaran UU Keimgrasian akhirnya atas dugaan itu petugas mengamankan dan membawa 11 orang itu ke imigrasi untuk pendalaman," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Bekasi, Petrus Teguh Arianto di Bekasi, Rabu, 13 Februari 2019.

    Teguh menjelaskan, dugaan awal pelanggaran berdasarkan paspor dari 11 orang tersebut. "Empat WNA sudah over stay. Sedangkan tujuh WNA lainnya belum menunjukkan dokumen yang dimiliki. Sehingga dr unsur-unsur awal tersebut akhirnya petugas amankan 11 orang itu," jelas Teguh. 

    Teguh kembali mengatakan, belasan WNA itu tinggal di apartemen baru sekitar dua minggu. Satu kamarnya dihuni dua sampai tiga orang. Mereka juga berpindah-pindah dari satu wilayah ke wilayah lain. Sebelum di Bekasi, mereka sempat tinggal di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara.

    Dari pengakuan, mereka datang ke Indonesia karena hendak berbisnis. Saat ditangkap, pihak imigrasi juga menyita sejumlah laptop, telepon genggam, sejumlah sim card dan modem.

    "Dari barang bukti yang diamanakan itu patut diduga bahwa WNA ini kemungkinan besar melakukan tindakan cyber crime atau penipuan online. Tapi harus kita pelajari lebih lanjut," beber Teguh.

    Jika terbukti bahwa kegiatan belasan orang itu melanggar Undanh-undang maka akan tindaklanjuti berupa proses penyelidikan. "Kalau cukup bukti. Bisa juga di deportasi," pungkas Teguh.

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id