Napi Pengedar Ganja 1,5 ton di Rutan Kebon Waru bakal Dipindah

    P Aditya Prakasa - 31 Januari 2019 16:29 WIB
    Napi Pengedar Ganja 1,5 ton di Rutan Kebon Waru bakal Dipindah
    Ganja pesanan napi LP Kebon Waru, Bandung, Jabar. Foto: Istimewa.
    Bandung: Rutan Kebon Waru Bandung memastikan bakal memindahkan narapidana bernama Suparman ke Lapas Banceuy, Bandung. Suprman diduga menjadi otak dan pengedar ganja 1,5 ton yang disita di Bogor kemarin. 

    "Kami akan pindahkan yang bersangkutan ke Lapas Banceuy karena Suparman ini termasuk high risk dan di Lapas Banceuy ada blok khusus," kata Kepala Rutan Kebon Waru Bandung Heri Kusrit, Kamis, 31 Januari 2019. 

    Menurut Heri, Suparman merupakan terpidana kasus kepemilikan sabu dengan vonis 20 tahun tahun penjara. Dia telah menjalani pidana di Rutan Kebon Waru selama 2 tahun.

    "Sebelum kasus ini dia sempat masalah juga, pertama soal keterlibatannya dengan sabu, kedua, dia masalah juga karena kepem‎ilikan ponsel. Dua-duanya dia kena sanksi dimasukan ke sel isolasi masing-masing dua minggu. Sekarang dia kena lagi," ujar Heri.

    Sebelumnya, tiga penyelundup ganja ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN), Rabu, 30 Januari 2019. Sebanyak 1,5 ton ganja disita dari tangan pelaku. 
     
    "Menurut tersangka, pemilik narkoba dan yang menyuruh mereka seorang napi LP (Lembaga Pemasyarakatan) Kebon Waru, Bandung, atas nama Parman. Saat ini masih dalam pengembangan," kata Deputi Pemberantasan  BNN Irjen Arman Depari, Kamis, 31 Januari 2019.
     
    Menurut dia, para pelaku ditangkap di dua lokasi berbeda, Bogor, Jawa Barat, dan kargo Bandara Soekarno Hatta, Banten, pada Rabu, 30 Januari 2019. 

    Arman mengungkap ganja itu dibawa melalui jalur darat menggunakan truk yang dirancang sebagai kendaraan berpendingin. Ganja tersebut disembunyikan di dasar truk dengan dibuat kompartemen khusus dan ditutup pelat besi. 
     
    "Sementara, sebagian ganja dikirim menggunakan kargo udara," beber dia. 
     
    Kini, kata Arman, ketiga tersangka dan barang bukti telah dibawa ke BNN Pusat, Cawang, Jakarta Timur. BNN masih terus menyidik kasus ini.



    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id