• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 16 OKT 2018 - RP 41.062.067.101

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Seorang Pria Ditangkap Gara-gara Sebarkan Video Mesum

P Aditya Prakasa - 10 Agustus 2018 17:13 wib
Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto (tengah) merilis
Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto (tengah) merilis pengungkapan kasus pencabulan anak di bawah umur di Markas Polda Jawa Barat, Senin 10 Agustus 2018, Medcom.id - Aditya Prakasa

Bandung: Polda Jawa Barat menangkap seorang pria berinisial FS, 26, yang menyebarkan video adegan mesum dengan gadis berinisial GSP, 13. FS menggunakan video itu untuk mengancam GSP bila tak mau berhubungan intim dengannya.

Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto mengatakan tersangka berkenalan dengan GSP melalui media sosial Facebook pada Februari 2018. Setelah bertukar nomor telepon, FS mengirimkan foto dan video mesum pada GSP.

"Tersangka mengirimi foto dan video mesum kepada korban agar mau disetubuhi. Korban dijemput oleh tersangka kemudian disetubuhi dan direkam," kata Agung di Markas Polda Jawa Barat, Kota Bandung, Jumat 10 Agustus 2018.

‎Tersangka menggunakan rekaman itu untuk mengajak korban berhubungan intim. Bila tidak, tersangka mengancam akan menyebarkannya.

Ternyata, video itu sudah menyebar. Pada Mei 2018, seorang teman korban mendapatkan rekaman tersebut. Ia lalu melaporkannya ke guru korban. Guru lalu memanggil orang tua korban dan mereka melapor ke polisi. 

"Tersangka telah merencanakan niat menyebar rekaman itu sedari awal untuk membujuk korban," kata Agung.

Awal Agustus 2018, polisi membekuk FS di rumahnya di Kawasan Sukasari. Kini FS ditahan di Markas Polda Jawa Barat. Tersangka dijerat Pasal 81 dan 82 Undang-undang Perlindungan Anak dan Pasal 27 ayat 1 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Sementara korban saat ini ditangani oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) untuk trauma healing," kata Direktorat Ditreskrimum Polda Jawa Barat, Kombes Pol Umar Surya Fana.



(RRN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.