• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 14 NOV 2018 - RP 51.052.810.215

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Pemprov Jabar Segera Proses PNS Bekas Koruptor

Agus Utantoro - 14 September 2018 19:09 wib

Bandung: Pemerintah Provinsi Jawa Barat membenarkan adanya 21 Pegawai Negeri Sipil yang pernah terlibat kasus korupsi. Tindakan tegas akan dilakukan terutama pascaterbitnya Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang penegakkan hukum terhadap PNS yang telah menjalani putusan sidang dan berkekuatan hukum tetap.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan, pihaknya akan segera memberhentikan PNS yang pernah terlibat koruptor. "Kami akan segera melakukan langkah-langkah untuk rencana pemberhentian ASN," kata Iwa di Bandung, Jumat 14 September 2018.

Selain akan memberhentikan yang masih aktif, pihaknya akan membahas sanksi yang tepat untuk PNS tersebut yang sudah pensiun. "Kita akan meminta pertimbangan hal-hal yang butuh kepastian, baik ke BKN atau Komisi ASN," katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Barat Sumarwan mengatakan, terdapat delapan PNS yang pernah terlibat korupsi yang kini masih aktif bekerja. Namun, menurutnya mereka berposisi sebagai staf biasa karena tidak bisa mengisi jabatan yang ada.

"Setelah kita rekap, ada yang sudah dipensiunkan, setelah menjalani tahanan. Mereka pensiun, ada juga beberapa yang sudah diberhentikan," katanya.

PNS bekas koruptor yang sudah pensiun, lanjut Sumarwan, terdiri dari berbagai golongan. "Ada yang eselon II, Pak Asep bekas Kadisdik," katanya.

Disinggung PNS bekas koruptor yang masih aktif, Sumarwan memastikan dirinya akan segera menginventarisasi untuk selanjutnya diserahkan kepada Gubernur Jawa Barat. "Pak Gubernur akan segera mengambil langkah untuk memberhentikan tidak hormat," katanya.

Meski begitu, dia enggan disalahkan terkait masih aktifnya PNS bekas koruptor. Dia menilai, pengangkatan kembali PNS yang sudah menjalani hukuman akibat korupsi ini berdasarkan surat edaran Menteri Dalam Negeri pada 2012 yang saat itu dijabat Gamawan Fauzi.

"Edaran itu membolehkan PNS yang sudah dihukum untuk kembali aktif," katanya. 

Dia pun menambahkan, pihaknya akan mencari sanksi yang tepat untuk PNS bekas koruptor yang sudah pensiun. Ini terkait rasa kemanusiaan bagi mereka meski tersandung hukum. "Walau bagaimana pun mereka sudah mengabdi, ada yang 20 tahun," katanya. 



BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.