Situ Cisanti, Daerah Hulu Sungai Citarum

    Octavianus Dwi Sutrisno - 22 Februari 2018 16:02 WIB
    Situ Cisanti, Daerah Hulu Sungai Citarum
    Keasrian Situ Cisanti Kabupaten Bandung, Kamis 22 Februari 2018, Medcom.id - Octa



    Kabupaten Bandung: Situ Cisanti merupakan hulu dari daerah aliran sungai (DAS) Citarum. Lokasinya di Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

    Area Situ Cisanti memiliki luas kurang lebih tujuh hektare. Danau menampung aliran dari tujuh mata air utama Sungai Citarum.

     



    Daud Yusuf, aktifis peduli lingkungan dari Badan Usaha Menanam Nusantara (BUMN), mengatakan, Cisanti merupakan kawasan hutan di era 1990-an. Kemudian warga menggunakan lahan untuk berkebun sayuran.

    Sehingga hutan tak berfungsi normal. Sebab lahan menjadi gundul.

    "Lalu 10 tahun kemudian, ada pembenahan. Gulma diangkut dari Situ Cisanti. Tumbuhan benalu itu berbobot 83 ribu ton. Lalu, terbukalah lahan ini ada enam sampai tujuh hektar," kata Daud di Situ Cisanti, Kamis, 22 Februari 2018.

    Baca: Presiden Resmikan Program Penanggulangan Pencemaran Citarum

    Kini, suasana sekitar danau tampak asri dan indah. Warga pun berdatangan untuk menikmati suasana tersebut. Pengunjung juga memanfaatkan keasrian danau sebagai latar swafoto.

    Pada 2004, pemerintah provinsi memberlakukan Program Citarum Bergetar (Bersih Geulis Bestari). Program itu membuat 343 kepala keluarga penggarap lahan beralih profesi. 

    "Alih komoditi, seperti petani beralih ke tanaman - tanaman ekonomis dan ekologis seperti kopi, alih profesi yaitu mengarahkan  yang biasanya bertani jadi beternak. Dan yang terakhir alih lokasi dimana rumah - rumah petani dipindahkan," bebernya.

    Daud menegaskan, kondisi terus mengalami perubahan berlanjut hingga sekarang. Masyarakat lebih sadar akan lingkungan dan yang lebih mengejutkan lagi Situ Cisanti sekarang bisa menjadi objek wisata, walaupun belum begitu besar.

    "Sekarang sudah tidak ada lagi yang menanam sayur, bisa dilihat banyak Pohon - pohon besar seperti ekaliptus, rasamala, kayu ki badak, Pinus, kayu damar, Siprus, Puspa, kayu Gadog, kayu Surian, Jabon. Untuk tanaman ekonominya ada Kopi dan rumput, disini bijih kopi bisa di jual sedangkan rumput untuk makanan ternak peliharaan warga," paparnya.

    Daud menyatakan Sungai Citarum ini harus tetap terjaga kelestariannya. Ia juga mengajak berbagai kalangan bekerja sama menjaga kelestarian Citarum.

    Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Anang Sudharna menuturkan revitalisasi Citarum harus menjadi semangat bagi seluruh pihak dengan tujuan agar ada tanggung jawab untuk melestarikan sungai Citarum.

    "Seluruhnya harus memiliki keinginan, mulai dari pemerintah, aparat kepolisian TNI, pemilik usaha dan masyarakat agar mau bergerak dan memulihkan Sungai Citarum," Tandasnya.

    Situ Cisanti berbatasan dengan beberapa Gunung di wilayah Jawa Barat. Di sebelah utara, danau berbatasan dengan Gunung Wayang. Di selatan, danau berbatasan dengan Gunung Kamojang. Di barat, wilayah itu berbatasan dengan Gunung Tilu dan di timur terdapat Gunung Papandayan.

    Presiden Joko Widodo mengunjungi Situ Cisanti pada Kamis 22 Februari 2018, pagi. Presiden bertemu dengan beberapa warga. Warga kemudian memanfaatkan momen itu untuk berswafoto dengan Presiden di sekitar danau.

    (RRN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id