Anggaran Keluarga Harapan Naik Jadi Rp34 Triliun

    Octavianus Dwi Sutrisno - 13 Februari 2019 07:17 WIB
    Anggaran Keluarga Harapan Naik Jadi Rp34 Triliun
    Presiden RI saat kegiatan penyerahan bantuan sosial Program Keluarga Harapan dan warga Depok yang menerima korban PKM. Medcom.id/Octavianus Dwi Sutrisno
    Depok: Bantuan Sosial dalam Program  Keluarga Harapan (PKH) diyakini berkontribusi besar untuk menurunkan angka kemiskinan di Indonesia. Presiden Joko Widodo berharap penggunaannya tepat sasaran.

    "Uang yang diberikan (bansos) dan sekarang sudah dipegang itu untuk memenuhi kebutuhan anak seperti pendidikan. Bukan untuk beli alat kosmetik, atau rokok bapaknya. Nanti kalau ketahuan, kartu PKH nya akan dicabut," kata Jokowi dalam penyerahan bantuan sosial Program Keluarga Harapan di Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat, Selasa, 12 Februari 2019.

    Presiden ketujuh Republik Indonesia ini menuturkan indeks kepuasan masyarakat terhadap program andalan Kementerian Sosial tersebut semakin meningkat. Nilai anggaran PKH yang pun terus ditambah.

    "Tahun 2018 lalu, anggaran yang diturunkan untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) senilai Rp 19 Triliun, sedangkan Tahun 2019 sekarang sekitar Rp34 Triliun. Bisa terlihat, pertambahannya dua kali lipat," katanya.

    Menurutnya, besaran nilai bantuan berbeda - beda sesuai dengan kondisi suatu keluarga, atau melihat tingkat beban kebutuhan ekonomi.

    "Jadi jumlah uang yang diberikan tidak sama rata. Seperti keluarga yang punya anak SD, SMP, SMA itu ada itungannya. Lanjut usia dan disabilitas serta ibu hamil juga tidak sama," bebernya.

    Jokowi menegaskan bantuan paling besar diberikan kepada Ibu hamil, senilai Rp2,4 juga. Bantuan yang dapat diambil  tiap tiga bulan sekali ini harus dipakai untuk kebutuhan anak, mulai dari kelahiran, sekolah hingga pemenuhan gizi.

    Sementara itu, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita yang turut mendampingi Jokowi mengatakan, Kementerian Sosial menghadirkan KPM PKH graduasi mandiri bagi tiga orang anak berprestasi di bidang pendidikan dan olahraga.

    “Sebagai apresiasi kepada anak berprestasi, Bank BNI telah menyiapkan tabungan pelajar masing-masing senilai Rp350 ribu,” jelasnya.

    Agus menerangkan, dalam lima tahun terakhir pemerintahan Jokowi-JK memberikan perhatian serius dalam penanggulangan kemiskinan dan ketimpangan. Skema pemberian PKH bantuan yang sebelumnya rata menjadi bervariasi dan disesuaikan dengan kondisi penerima.

    Data Kementerian Sosial menunjukkan bantuan PKH dan BNPT di Kota Depok, mencapai Rp70,55 miliar.



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id