Otomatisasi Budi Daya Tanaman Inovasi BLK Lembang

    M Studio - 24 Mei 2019 22:34 WIB
    Otomatisasi Budi Daya Tanaman Inovasi BLK Lembang
    Balai Latihan Kerja (BLK) Lembang, Jawa Barat, menciptakan otomatisasi budi daya tanaman melalui sistem hidroponik, Smart Nutrients (Foto:Dok.Kemenaker)
    Lembang: Balai Latihan Kerja (BLK) Lembang, Jawa Barat, menciptakan otomatisasi budi daya tanaman melalui sistem hidroponik yang diberi nama Smart Nutrients. 

    Kehadiran Smart Nutrients memudahkan petani hidroponik dalam pemberian nutrisi pupuk cair tanaman secara otomatis. Petani hidroponik tidak perlu repot memantau dan melakukan pencampuran nutrisi pupuk cair di bak (tandon) penampungan air setiap saat.

    Smart Nutrient sengaja dikembangkan di pertanian hidroponik karena diyakini hidroponik akan menjadi sistem pertanian masa depan.

    "Berkurangnya lahan pertanian membuat orang beralih ke hidroponik karena sistem ini tidak membutuhkan lahan yang luas seperti pertanian konvensional. Selain itu, tanaman hidroponik juga memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi karena lebih bersih, sehat, dan bebas pestisida," kata Kepala BLK Lembang, Aan Subhan, dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019.

    Mengenai cara kerja Smart Nutrients, dijelaskan oleh Instruktur BLK Lembang, Iwan Hermawan, yaitu petani menginput kebutuhan nutrisi tanaman ke sistem. Kemudian, sistem akan mengukur dan memonitor kandungan nutrisi di tandon. Lalu, secara otomatis akan menambah dan melakukan pencampuran nutrisi ketika sudah berkurang.

    "Melalui Smart Nutrients, kandungan nutrisi di tandon bisa terus terjaga hingga masa panen tanaman tiba," kata Iwan Hermawan juga bagian dari tim inovasi BLK Lembang.

    Sistem Smart Nutrients masih terus dilakukan pengembangan melalui aplikasi mobile dengan penerapan Internet of Things (IoT) sehingga pemantauan dan pengontrolan nutrisi hidroponik dapat dilakukan melalui smart phone.

    "Smart Nutrients merupakan respons BLK Lembang atas tantangan digitalisasi pada era revolusi industri 4.0. Aplikasi berbasis android ini menggunakan Internet of Things (IoT)," ujar Iwan.

    Sebelum Smart Nutrients, BLK Lembang telah menerapkan aplikasi Smart Farming untuk pertanian konvensional. Smart Farming mampu mendeteksi suhu, kelembaban tanah, dan ph tanah melalui sensor yang ditanam di tanah.

    "Dengan aplikasi ini, petani dapat melakukan penyiraman dan pemupukan dengan menekan tombol pada aplikasi Smart Farming di smartphone. Jadi, petani bisa memantau ladangnya di mana saja dan kapan saja selama ada jaringan internet," ucapnya.



    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id