• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 12 NOV 2018 - RP 50.937.259.118

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Tren Nikah Muda Picu Tingginya Perceraian

Octavianus Dwi Sutrisno - 08 November 2018 20:44 wib
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal

Depok: Angka perceraian pasangan suami istri di Indonesia sangat mengkhawatirkan. Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengidentifikasi perceraian rata-rata disebabkan tren menikah muda.

PLT Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Dwi Listyawardhani menyebut, pasangan muda biasanya belum mampu mempersiapkan kehidupan dalam berkeluarga dengan baik. Hal ini yang kerap berujung perceraian.

"Sehingga konsep BKKBN mengenai fungsi keluarga yang mencakup agama, ekonomi, reproduksi, kasih sayang dan lain- ain tidak tercapai," ucap Dwi saat seminar BKKBN di Depok, Jawa Barat, Kamis, 8 November 2018.

Pasutri yang menikah muda biasanya meminta dispensasi pernikahan kepada Pengadilan Agama dengan alasan sesuatu yang mendesak. Biasanya alasan hamil di luar nikah menjadi alasan yang memaksa pengadilan mengabulkan pernikahan usia dini.

Karena itu, program yang diselenggarakan BKKBN pada kalangan remaja selalu disampaikan mengenai masalah  seks bebas, pernikahan dini dan bahaya narkoba.

"Pada program genre bagi remaja di sekolah, hal-hal seperti itu selalu kita singgung," katanya.

Dwi menyebutkan Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat wilayah yang tinggi masalah pernikahan dini. Faktor budaya dan ketakutan anaknya tak bisa menikah jadi salah satu penyebab.

"Angka perkawinan yang bagus itu di Jogja dan Aceh. Kami nilai pasangan yang menikah di daerah tersebut, lebih dewasa," tandasnya.

Solusi dari masalah tersebut adalah pendidikan dan penguatan peran keluarga dalam membimbing anak.

"Terutama, anak perempuan mereka harus sekolah minimal sampai selesai SMA," pungkasnya.


(SUR)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.