• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Pemeliharaan Cagar Budaya

Depok Butuh Bantuan Anggaran Kelola Rumah Cimanggis

Octavianus Dwi Sutrisno - 11 Oktober 2018 21:59 wib
Bangunan cagar budaya Rumah Tua Cimanggis Depok yang menjadi
Bangunan cagar budaya Rumah Tua Cimanggis Depok yang menjadi peninggalan bersejarah penjajahan Belanda, Medcom.id - Octa

Depok: Rumah Tua Cimanggis di Depok, Jawa Barat, ditetapkan sebagai warisan sejarah. Pemerintah Kota Depok pun berharap dapat mengelola bangunan bersejarah itu menjadi destinasi wisata.

Rumah Cimanggis berlokasi di Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya. Pada 24 September 2018, Wali Kota Depok M Idris Abdul Somad menerbitkan Surat Keputusan bernomor 593/289/Kpts/Disporyata/Huk/2018, tentang penetapan bangunan cagar budaya gedung tinggi rumah Cimanggis.

Menurut Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna, surat keputusan itu menjadi angin segar bagi pemerintah kota untuk mengelola bangunan tersebut sebagai sarana edukasi dan destinasi. Namun, pemkot mengalami kendala berupa anggaran.

"Makanya kami berharap ada intervensi dari pemerintah provinsi untuk anggaran pengelolaan cagar budaya," ujar Pradi di Depok, Kamis, 11 Oktober 2018.


(Suasana di Rumah Tua Cimanggis Depok, bangunan peninggalan Belanda yang menjadi cagar budaya, Medcom.id - Octa)

Pradi mengaku pembahasan anggaran untuk penataan cagar budaya belum dapat dilakukan pada 2019. Sebab pembahasan anggaran 2019 sudah kelar.

"Jadi baru dapat dimulai pada 2020. Tapi yang pasti Rumah Tua Cimanggis sudah menjadi cagar budaya yang pantas dilindungi pemerintah," ujar Pradi.

Bangunan tersebut merupakan peninggalan zaman penjajahan Belanda. Ahli sejarah memprediksi bangunan itu didirikan di rentang tahun 1771 hingga 1775.

Luas bangunannya kurang lebih 1.000 meter persegi. Arsitekturnya bergaya kolonial. Namun kini, penampakan rumah seperti tak diurus. Rumput tumbuh menutupi bangunan.

Beberapa bagian atap roboh. Rumput liar juga merambat ke tembok bangunan. Warna putih pada dinding pun sudah pudar. 


(RRN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.