Menyelamatkan Indahnya Pantai Kejawanan

    Sobih AW Adnan - 22 Januari 2016 11:15 WIB
    Menyelamatkan Indahnya Pantai Kejawanan
    Suasana menjelang tenggelamnya matahari di Pantai Kejawanan Kota Cirebon. (foto: MTVN/Sobih Abdul Wahid)



    medcom.id, Cirebon: Matahari menguning, separuh sinarnya menyentuh laut. Beberapa pengunjung mulai mengangkat gawai, mengabadikan pesona senja yang begitu aduhai.

    Inilah kiranya saat-saat istimewa sebuah sore di Pantai Kejawanan, Kota Cirebon, Jawa Barat. Pantai dengan bentangan area tak kurang dari dua hektare ini memang belum begitu ramai dengan hiruk pikuk pedagang maupun wisatawan. Meski begitu, di setiap pagi dan sore harinya, saat-saat di mana matahari muncul dan tenggelam, tepi laut ini menjadi salah satu idola singgahan milik si Kota Udang.






    "Saya sering mengabadikan momen-momen menarik di sini, terutama saat mengabadikan gambar jelang matahari tenggelam. Warnanya asyik," ujar seorang penikmat seni fotografi, Asep Fathurrohman, kepada metrotvnews.com, Kamis (21/1/2016).

    Dengan perangkat kamera yang cukup lengkap, Asep mulai mengatur posisi pengambilan gambar di bagian timur pantai sekira 30 menit sebelum mentari terbenam. Ia mengaku, koleksi foto yang dihasilkan dari aksinya di pantai yang satu ini sudah berjumlah puluhan.

    "Pokoknya ada kesan berbeda saat mengabadikan gambar di sini," kata Asep.

    Lain lagi dengan Dea, gadis yang datang bersama tiga sahabatnya ini mengaku sering meluangkan waktu sekadar untuk menikmati gelombang laut yang tampak landai dan tenang. Bersama rekan-rekannya, Dea kerap menyusuri garis pantai dengan menggunakan perahu karet sewaan.

    "Enak, jalan-jalan, refresh," kata Dea.

    Menyelamatkan Indahnya Pantai Kejawanan

    Selain Asep dan Dea, puluhan pengunjung lain pun mengaku tak sekali ini memanjakan mata di Kejawanan. Bukan hanya dari Cirebon, wisatawan juga berdatangan dari beberapa kota di Jawa Tengah.

    Sengkarut sampah

    Beberapa menit sebelum senja tiba, langit masih cukup terang. Pasangan muda-mudi mulai berdatangan. Mereka lekas memilah tempat terbaik untuk menghabiskan waktu sore. Di sebelah barat pantai, kapal-kapal barang mulai merapat. Semua keindahan seolah lengkap berkerumun, terkecuali beberapa pojok area pantai, tumpukan sampah dianggap cukup mengganggu suasana.

    "Kadang baunya tercium. Itu membuat tidak nyaman," kata remaja asal Kabupaten Cirebon, Lastri, yang berkunjung bersama pasangannya.

    Keindahan yang cukup berbalik dengan kesan kumuh di beberapa titik lokasi tersebut sangat disayangkan warga. Pantai yang airnya juga dipercaya dapat menyembuhkan penyakit ini diharap bisa segera diselamatkan dan diberdayakan sebagai salah satu destinasi wisata andalan Kota Cirebon.

    "Ini sebenarnya menjadi catatan penting Pemkot (pemerintah kota). Terlebih sekarang akses tol Cipali (Cikopo-Palimanan) yang menghubungkan dengan Ibu Kota menuntut Cirebon segera berbenah lebih baik," kata salah seorang pemerhati lingkungan di Cirebon, M. Ilham.

    Menyelamatkan Indahnya Pantai Kejawanan

    Perlu keseriusan

    Terhitung sejak lima tahun terakhir, Pantai Kejawanan yang sebenarnya merupakan area tempat pelelangan ikan (TPI) yang dikelola oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI ini mulai dibuka untuk umum. Meski begitu, harga tiket masuknya cukup murah, yakni seribu rupiah saja.

    Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon, Edi Tohidi, mengatakan selama ini pihaknya sedang mengupayakan pemberdayaan potensi wisata yang dimiliki Pantai Kejawanan, hanya saja niat tersebut masih terkendala oleh status hak dan kepemilikan tanah.

    "Meskipun terletak di wilayah Kota Cirebon, hak kepemilikan tanah di Pantai Kejawanan itu milik Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Maka kami sedang mencoba untuk mengajukan kerjasama," ujar Edi.

    Edi mengaku, pihaknya pernah menganggarkan kebutuhan untuk pembenahan potensi wisata ini sebesar sepuluh miliar rupiah, Dana itu diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat.

    "Akan tetapi dana tersebut mesti kami kembalikan karena terhalang soal hak kepemilikan tanah," kata dia.

    Menyelamatkan Indahnya Pantai Kejawanan

    Ia berharap, kesepakatan pengembangan dan pemberdayaan potensi wisata denganKementerian Kelautan dan Perikanan RI ini segera terjalin. Hal ini, kata Edi, terkait terbatasnya ruang wisata yang bernuansa bahari di Kotamadya Cirebon.

    "Kami memang memiliki beberapa kategori wisata, yakni budaya, seperti keraton, kuliner, hiburan, dan bahari. Nah, yang terakhir itu, kita masih butuh banyak keseriusan," kata Edi.
     

    (ADM)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id