Iran Minta Interpol keluarkan Red Notice untuk Tangkap Trump

    Fajar Nugraha - 06 Januari 2021 06:39 WIB
    Iran Minta Interpol keluarkan <i>Red Notice</i> untuk Tangkap Trump
    Iran minta Interpol tangkap Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: AFP
    Teheran: Iran meminta Interpol untuk mengeluarkan ‘Red Notice’ untuk menangkap Presiden Donald Trump dan 47 pejabat Amerika Serikat (AS) lainnya. ‘Red Notice’ itu terkait dengan pembunuhan yang diarahkan ke Komandan Garda Revolusi Iran, Qassem Soleimani.

    Ini kedua kalinya Iran meminta bantuan untuk menahan presiden AS. Menanggapi pengumuman Selasa, Interpol menegaskan kembali pendiriannya bahwa mereka tidak mempertimbangkan permintaan 'red notice' yang dianggap dimotivasi oleh masalah politik atau militer.

    Juru Bicara Pengadilan Iran Gholamhossein Esmaili menyebut Trump sebagai "pelaku utama" dalam pembunuhan Soleimani.

    "Permintaan untuk mengeluarkan 'Red Notice' bagi 48 orang yang terlibat dalam pembunuhan Martir Soleimani, termasuk Presiden AS, serta komandan dan pejabat di Pentagon dan pasukan di kawasan itu, diserahkan kepada Interpol," kata Esmaili seperti dikutip dari Mehr, Rabu 6 Januari 2021.

    “Pembunuhan itu adalah ‘kejahatan teroris’ dan mengatakan permintaan ‘Red Notice’ itu juga mencakup komandan dan pejabat militer AS di kawasan itu dan di Pentagon,” jelasnya.

    Presiden Trump, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan mantan Menteri Pertahanan Mark Esper mengatakan, AS menargetkan Soleimani untuk mencegah ancaman yang membayangi.

    Trump mengatakan Soleimani telah "merencanakan serangan yang akan terjadi dan mengerikan" terhadap kepentingan Amerika.

    Seorang penyelidik PBB mengatakan musim panas lalu bahwa serangan AS yang menargetkan Soleimani di Baghdad "melanggar hukum dan sewenang-wenang di bawah hukum internasional, serta melanggar kedaulatan Irak”.

    Red Notice Interpol adalah permintaan kepada lembaga penegak hukum di seluruh dunia untuk membantu menemukan dan menangkap buronan yang dicari baik untuk penuntutan kejahatan atau menjalani hukuman penjara.

    Sekretariat Jenderal Interpol mengatakan, kepada NPR pada Selasa 5 Januari bahwa menurut konstitusi badan kepolisian internasional, "sangat dilarang bagi Organisasi untuk melakukan intervensi atau kegiatan yang bersifat politik, militer, agama atau ras."

    Iran mengeluarkan permintaan pertamanya untuk menangkap presiden AS Juni 2020 lalu. Seperti yang menandai satu tahun sejak kematian jenderal dan orang lain yang bersamanya Iran mengatakan, tidak akan berhenti mengejar Trump, bahkan setelah dia meninggalkan pemerintahan akhir bulan ini.

    "Trump harus membayar kembali, apa pun posisinya," kata kepala kehakiman Iran, Ebrahim Raisi, pada Minggu malam, ketika Iran menandai peringatan pembunuhan Soleimani.

    "Baik dia memimpin pemerintahan AS atau tidak, Trump harus menghadapi pembalasan atas kekejaman yang telah dilakukannya," pungkas Raisi, menurut surat kabar konservatif Iran, Kayhan.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id