comscore

Jaringan Seluler dan Internet Sudan Terputus di Tengah Kudeta Militer

Willy Haryono - 25 Oktober 2021 13:19 WIB
Jaringan Seluler dan Internet Sudan Terputus di Tengah Kudeta Militer
Demonstran mencoret foto wajah PM Sudan Abdalla Hamdok dalam sebuah aksi protes di Khartoum
Khartoum: Kudeta militer diduga kuat sedang terjadi di Sudan, Senin, 25 Oktober 2021. Menurut keterangan sejumlah pejabat lokal, militer telah menahan setidaknya lima tokoh senior pemerintahan Sudan.

Asosiasi Profesional Sudan, grup terdepan yang mendorong transisi demokrasi di negara tersebut, melaporkan terjadinya pemadaman jaringan telepon seluler dan internet di seantero negeri di tengah kudeta Sudan.
Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok dikabarkan telah dijadikan tahanan rumah oleh militer.

Jika terkonfirmasi, kudeta Sudan akan menjadi pukulan telak bagi negara tersebut yang sedang berjuang menjalani proses transisi dari kediktatoran menuju demokrasi sejak tergulingnya Omar al-Bashir.

Dilansir dari France 24, penahanan sejumlah tokoh Sudan pada Senin ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara jajaran petinggi militer dan sipil. Percobaan kudeta yang berakhir gagal pada September lalu telah memecah Sudan ke dua kubu, mereka yang menginginkan pemerintahan militer dan yang mendorong institusi demokratis.

Baca:  PM Sudan Dilaporkan Jadi Tahanan Rumah

Dalam beberapa hari terakhir, pendukung kedua kubu berunjuk rasa di sejumlah ruas jalan di Sudan.

Menurut keterangan dua pejabat tinggi Sudan yang menolak disebutkan namanya, militer telah menahan lima tokoh pemerintah. Empat dari kelima tokoh meliputi Menteri Industri Ibrahim al-Sheikh, Menteri Informasi Hamza Baloul, anggota badan transisi Mohammed al-Fiky Suliman, dan seorang penasihat PM Hamdok, Faisal Mohammed Saleh.

Saat ini keberadaan Hamdok belum dapat dipastikan, terlepas dari laporan media bahwa dirinya sedang menjadi tahanan rumah di Khartoum. Serangkaian foto di internet memperlihatkan sekelompok prajurit berdiri di dekat rumah PM Hamdok.

Ayman Khalid, gubernur negara bagian tempat berdirinya Khartoum, juga telah ditahan militer, menurut keterangan kantornya yang diunggah via Facebook.

Rangkaian penahanan ini terjadi usai Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Horn of Africa, Jeffrey Feltman, bertemu jajaran pemimpin sipil dan militer Sudan pada akhir pekan kemarin.

NetBlocks, grup yang melacak gangguan internet di seluruh dunia, melaporkan adanya "disrupsi signifikan" dalam hal jaringan telepon biasa, seluler, dan juga internet di seantero Sudan.

"Laporan sejumlah pengguna terlihat konsisten dengan pemadaman internet," sebut NetBlocks. "Disrupsi ini kemungkinan bertujuan untuk membatasi aliran informasi dan peliputan berita," sambungnya.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id