Korban Tewas Kerusuhan Afrika Selatan Melonjak Jadi 212 Orang

    Willy Haryono - 17 Juli 2021 08:10 WIB
    Korban Tewas Kerusuhan Afrika Selatan Melonjak Jadi 212 Orang
    Seorang polisi memberikan arahan kepada para penjarah di Afrika Selatan, 12 Juli 2021. (AFP)



    KwaZulu-Natal: Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mengatakan bahwa kerusuhan di seantero negeri telah direncanakan pihak tertentu, yang disebutnya sebagai upaya menyerang demokrasi negara. Pernyataan disampaikan saat jumlah korban tewas dalam kerusuhan di Afsel melonjak hingga 212 orang, naik hampir 100 sejak Kamis kemarin.

    Kerusuhan di Afsel dipicu dijebloskannya mantan presiden Jacob Zuma ke penjara.

     



    Polisi berusaha keras melindungi penyaluran bahan makanan ke sejumlah supermarket setelah aksi penjarahan massa melanda Afsel selama beberapa hari. Sejak terjadinya kerusuhan, penjarahan dan aksi pembakaran terjadi di banyak tempat.

    Diperkirakan bahan pokok senilai USD1 miliar telah dijarah warga dari sekitar 800 pertokoan dan supermarket KwaZulu-Natal.

    "Sudah jelas bahwa kerusuhan dan penjarahan ini merupakah penghasutan pihak tertentu," kata Ramaphosa saat berkunjung ke KwaZulu-Natal, kampung halaman Zuma dan episentrum dari kerusuhan saat ini.

    "Ada sejumlah orang yang merencanakan dan mengkoordinasikan semua ini," sambungnya, dilansir dari laman BBC, Sabtu, 17 Juli 2021.

    Ia mengatakan bahwa kerusuhan ini merupakan upaya membajak demokrasi Afsel. Ramaphosa mengatakan kepada para pendukungnya bahwa para penghasut telah diidentifikasi, namun tidak mengelaborasi identitas mereka.

    "Kami akan menangkap mereka semua," ungkapnya.

    Baca: Korban Tewas Kerusuhan di Afrika Selatan Jadi 72 Orang

    Di KwaZulu-Natal, banyak warga mengantre mendapat jatah bantuan makanan. Sebagian dari mereka harus bangun sangat pagi demi hanya mendapat beberapa bahan pokok.

    Gelombang kekerasan di KwaZulu-Natal telah membuat banyak ruas jalan rusak atau diblokade para perusuh. Pemerintahan Ramaphosa ingin memastikan pasokan makanan tidak terganggu, agar masyarakat dapat tetap bertahan hingga kerusuhan berakhir.

    Tidak hanya bahan makanan, pemerintah juga berusaha mengamankan pasokan oksigen, obat-obatan, dan beberapa kebutuhan medis lainnya.

    Dalam sebuah pidato pada Jumat kemarin, Ramaphosa menegaskan bahwa pasokan makanan dan bahan pokok lainnya terjaga dengan baik, sehingga masyarakat tidak perlu berbelanja secara berlebihan.

    "Jika kita bersatu, maka aksi kekerasan di negara ini tidak akan berjaya," tutur Ramaphosa. "Kita sedang berjuang dalam membela demokrasi, konstitusi, kehidupan, dan keselamatan," lanjutnya.

    "Ini adalah pertarungan yang harus dapat kita menangkan," pungkas Ramaphosa.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id