Libya Konfirmasi Infeksi Perdana Virus Korona

    Willy Haryono - 25 Maret 2020 11:38 WIB
    Libya Konfirmasi Infeksi Perdana Virus Korona
    Pemandangan salah satu sudut kota Tripoli, Libya. (Foto: AFP)
    Tripoli: Libya mengonfirmasi kemunculan perdana kasus virus korona (covid-19) pada Selasa 24 Maret. Kantor berita Libya Observer menyebut, kasus pertama ini melibatkan seorang pria berusia 73 tahun yang baru pulang dari Arab Saudi via Tunisia dua pekan lalu.

    Kemunculan covid-19 semakin memperburuk situasi di Libya, yang terjerumus dalam gelombang konflik bersenjata sejak tergulingnya diktator Muammar Gaddafi di tahun 2011. Saat ini, Libya terbagi dalam dua kekuatan besar, yakni Pemerintah Perjanjian Nasional (GNA) di Tripoli dan pemerintahan tandingan di wilayah timur di bawah komando Jenderal Khalifa Haftar yang memimpin Pasukan Nasional Libya (LNA).

    Dikutip dari Guardian, Rabu 25 Maret 2020, kedua pemerintahan telah menerapkan penutupan wilayah secara total (lockdown) di tengah ancaman pandemi covid-19. Keduanya menghentikan hampir semua penerbangan internasional, dan juga menjanjikan sumber daya bagi layanan kesehatan untuk menghadapi virus korona.

    Namun para pejabat Libya memperingatkan bahwa konflik antara GNA dan LNA dapat mempersulit upaya mengendalikan pandemi covid-19.

    "Sistem kesehatan (di Libya) sudah hampir runtuh, bahkan sebelum ada virus korona," kata Elizabeth Hoff, kepala misi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Libya.

    Hoff menyebut, Libya hanya memiliki sedikit peralatan tes medis dan alat pelindung diri. Tidak hanya itu, staf medis di Libya juga sangat terbatas, terutama di wilayah-wilayah pedesaan.

    "Terdapat rencana nasional (untuk menangani covid-19), tapi pendanaannya belum dialokasikan," sebut Hoff.

    Yacoub El Hillo, koordinator kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Libya, mengatakan bahwa pandemi korona melanda di waktu yang "sangat tidak tepat" karena Libya masih dilanda peperangan.

    Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan gencatan senjata global untuk semua wilayah konflik. Ia menyebut pandemi covid-19 sebagai ancaman bagi seluruh umat manusia.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id