comscore

Lebih dari 20 tewas dalam Serangan Anti-Muslim di Ethiopia

Fajar Nugraha - 28 April 2022 05:56 WIB
Lebih dari 20 tewas dalam Serangan Anti-Muslim di Ethiopia
Pihak keamanan Ethiopia melakukan penjagaan di sekitar wilayah tugasnya. Foto: AFP
Gondor: Lebih dari 20 orang tewas dalam serangan terhadap warga Muslim di kota Gondar, Ethiopia utara. Serangan terjadi saat pemakaman seorang tetua Muslim.

Dewan Urusan Islam Amhara, wilayah di mana Gondar berada, menggambarkan serangan Selasa 26 April 2022 di sebuah pemakaman sebagai pembantaian oleh ekstremis Kristen bersenjata berat.
“Para penyerang menembakkan rentetan senapan mesin berat dan granat menyebabkan banyak orang tewas. Sementara yang lain yang terluka telah dibawa ke rumah sakit," kata Dewan Urusan Islam Amhara, seperti dikutip AFP, Kamis 28 April 2022.

"Lebih dari 20 orang tewas akibat serangan kemarin yang juga menyaksikan penjarahan properti Muslim," tambah pernyataan itu.

Wali Kota Gondar, Zewdu Malede mengatakan, kepada penyiar publik Ethiopia EBC bahwa "insiden itu dilakukan oleh beberapa individu ekstremis."

"Ada beberapa kerusakan dan korban jiwa dari semua sisi," katanya, tanpa memberikan rincian lebih lanjut tentang identitas penyerang atau korban.

"Situasi baru terkendali pada pukul 19.00,” imbuhnya.

Pemakaman di mana serangan itu terjadi bertetangga dengan sebuah masjid dan gereja. Lokasi itu telah menjadi subyek perselisihan yang sedang berlangsung antara Muslim dan Kristen Ortodoks, yang merupakan kelompok dominan di Ethiopia.

"Meskipun langkah-langkah luas yang sedang berlangsung telah diambil untuk menyerang makam, tempat itu secara historis selalu menjadi kuburan Muslim," kata Dewan Urusan Islam dalam pernyataannya.

Sementara kata pemerintah daerah Amhara dalam sebuah pernyataan mengatakan, kekerasan Selasa meletus ketika orang-orang bentrok menggunakan batu dari daerah itu untuk tujuan penguburan, memperebutkan apakah bahan-bahan itu diambil dari kuburan atau kompleks gereja.

Pemerintah menggambarkan sesepuh Muslim yang meninggal sebagai "seorang ayah bagi penduduk kota Gondar, Kristen Gondar dan Muslim serta ayah bagi semua" dan bersumpah untuk menyelidiki serangan itu dan meminta pertanggungjawaban para pelaku.

Hancurkan persatuan rakyat

Pemerintah setempat mengatakan, ada upaya untuk memecah persatuan masyarakat di kota bersejarah Gondar, simbol koeksistensi dan toleransi, dengan tujuan menciptakan konflik dengan menggunakan agama sebagai kedok.

Seorang pejabat senior Muslim di ibu kota Addis Ababa mengatakan kepada AFP dengan syarat anonim bahwa "serangan itu direncanakan" dan mengatakan orang-orang bersenjata itu membakar masjid dan Al-Quran.

Walikota kota itu mengatakan para penyerang adalah ekstremis yang berusaha "untuk membakar, menghancurkan, mengacaukan dan menjarah Gondar."

"Ini sama sekali tidak mewakili komunitas Muslim dan Kristen," tambahnya.

Muslim mencakup sekitar sepertiga dari populasi Ethiopia yang berjumlah 110 juta dan merupakan minoritas kecil di Amhara, wilayah terpadat kedua di negara itu yang didominasi oleh Kristen Ortodoks.

Pada 2019, beberapa masjid diserang di kota Mota di Amhara, lebih dari 350 kilometer utara Addis Ababa, dalam gelombang kekerasan agama yang memicu kecaman oleh Perdana Menteri Abiy Ahmed.

Analis mengingatkan bahwa konflik yang tampaknya berakar pada agama di Etiopia seringkali juga dibentuk oleh perselisihan penggunaan lahan, etnisitas, dan masalah lainnya.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id