Investigasi Krisis Terusan Suez Dimulai usai Terbebasnya Ever Given

    Willy Haryono - 30 Maret 2021 16:27 WIB
    Investigasi Krisis Terusan Suez Dimulai usai Terbebasnya Ever Given
    Kapal Ever Given terbebas sepenuhnya dan [kembali mengapung di Terusan Suez pada Senin petang, 29 Maret 2021. (Ahmad HASSAN / AFP)



    Suez: Sejumlah pakar menaiki kapal kargo raksasa Ever Given yang berhasil terbebas dari area dangkal Terusan Suez pada Senin kemarin, setelah sempat tersangkut selama lebih kurang enam hari. Mereka mencoba mencari tahu apa penyebab tersangkutnya Ever Given, sebuah krisis yang memicu kerugian hingga USD15 juta per hari.

    Dilansir dari laman Al Jazeera, Ever Given telah tiba di perairan Great Bitter Lake pada Selasa ini, 30 Maret 2021, setelah ditarik beberapa kapal tongkang dari Terusan Suez, Mesir.






    Seorang pejabat senior Terusan Suez mengatakan bahwa tim ahli sedang menyelidiki tanda-tanda kerusakan di Ever Given dan mencoba mencari tahu penyebab pasti tersangkutnya kapal tersebut.

    Sekelompok insinyur juga memeriksa mesin Ever Given, kapal milik perusahaan Jepang berbendera Panama yang memiliki bobot hingga 200 ribu ton. Nantinya para insinyur akan memberikan rekomendasi mengenai apakah Ever Given sudah layak berlayar lagi atau tidak.

    Sejak pagi ini, ratusan kapal yang sebelumnya tertahan akibat krisis Ever Given, sudah terlihat berlayar kembali di Terusan Suez. Leth Agencies mengonfirmasi bahwa lebih dari 300 kapal sudah berlayar kembali dari kedua arah di Terusan Suez.

    YM Wish menjadi kapal pertama yang melintasi di Terusan Suez sejak berakhirnya krisis Ever Given. Menurut situs pemantau MarineTraffic.com, kapal-kapal lainnya juga melintasi Terusan Suez usai pelayaran YM Wish.

    Baca:  Kapal Pertama Melintasi Terusan Suez usai Krisis Ever Given

    Krisis Ever Given terjadi saat kapal raksasa berbobot 200 ribu ton itu tersangkut di area dangkal Terusan Suez usai terkena tiupan angin kencang dan badai pasir. Sejumlah negara asing sempat menawarkan bantuan kepada Mesir, termasuk Rusia, Amerika Serikat, Tiongkok, Yunani, dan Uni Emirat Arab.
     
    Laksamana Mohad Mamish, ajudan kepresidenan Mesir terkait urusan pelabuhan dan Terusan Suez, mengatakan kepada media Sputnik bahwa krisis Ever Given murni diakibatkan faktor cuaca, bukan sabotase.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id