Diperingati Setiap 15 Mei, Apa Itu Hari Nakba?

    Willy Haryono - 16 Mei 2021 12:47 WIB
    Diperingati Setiap 15 Mei, Apa Itu Hari Nakba?
    Warga Palestina dan Israel yang tinggal di kota Jaffa dekat Tel Aviv memperingati Hari Nakba pada 15 Mei 2021. (Ahmad GHARABLI / AFP)



    Gaza: Hari Nakba diperingati setiap tanggal 15 Mei sejak milisi Zionis menginvasi Palestina di tahun 1948. Kala itu, milisi Zionis mengusir sekitar 700 ribu warga Palestina dari rumah mereka dalam sebuah kampanye yang meliputi pembunuhan, pemerkosaan, dan intimidasi.

    Dilansir dari laman TRT World, jutaan warga Palestina dan semua pendukungnya di seluruh dunia memperingati 73 tahun Hari Nakba atau 'Musibah' pada Sabtu kemarin, 15 Mei 2021. Hari Nakba digelar berbarengan dengan deklarasi kemerdekaan Israel.

     



    Bagi warga Palestina, tanggal 15 Mei menyimbolkan sebuah tragedi di saat mereka semua terusir dari tanah sendiri. Sementara bagi Zionis, tanggal 15 Mei menandai terpenuhinya tujuan akhir mereka dalam mendirikan negara sendiri setelah terasing selama ribuan tahun.

    Negara Israel terbentuk setelah perang di tahun 1947 antara Palestina -- yang didukung sejumlah negara Arab -- dan pendatang Yahudi yang datang dalam jumlah besar. Para Yahudi itu datang dengan membawa semangat nasionalisme bernama Zionisme.

    Selama ratusan tahun, kelompok Yahudi dan Arab tinggal di Palestina sebagai bagian dari Kekaisaran Ottoman. Namun status quo itu berakhir setelah Perang Dunia I dan berdirinya Mandat Inggris Palestina.

    Deklarasi Balfour oleh Inggris di tahun 1917 berujung pada penyerahan Palestina kepada gerakan Zionis meski mayoritas masyarakat di kawasan adalah etnis berbahasa Arab.

    Selama tiga dekade, laju migrasi Yahudi ke wilayah tersebut semakin meningkat sehingga menimbulkan gesekan dan ketegangan dengan masyarakat lokal Palestina. Warga Palestina khawatir dapat terusir dari tempat tinggal mereka di tengah banyaknya jumlah Yahudi yang terus berdatangan.

    Kekhawatiran mereka benar-benar terjadi saat para pendatang Zionis membentuk sejumlah grup milisi dengan tujuan mengamankan sebanyak mungkin wilayah demi pembentukan negara di masa mendatang. Sejumlah desa-desa Arab pun menghilang dari peta sebagai hasil dari pergerakan para milisi tersebut.

    Mengusir Warga Palestina

    Meski Israel mencoba meyakinkan dunia bahwa warga Palestina pergi secara sukarela pada 1948, namun catatan sejarah dan sejumlah pernyataan dari petinggi Zionis memaparkan dengan jelas adanya kampanye untuk mengusir masyarakat Palestina dari tanah mereka sendiri.

    Di awal tahun 1937, pemimpin Zionis bernama David Ben-Gurion -- yang menjadi perdana menteri pertama Israel -- menegaskan bahwa masyarakat Palestina harus 'dibersihkan' dari wilayah yang sudah dikuasai atau sedang dalam proses perebuatan melalui kekuatan tempur.

    "Kita harus mengusir Arab dan mengambil tempat mereka," ucap Ben-Gurian dalam sebuah surat kepada anaknya.

    Di akhir Perang Dunia II, nasib buruk yang menimpa Yahudi di Eropa dalam peristiwa Holocaust memperkuat tekad pendatang Zionis untuk membentuk negara sendiri di tanah-tanah yang sudah mereka rebut dan kuasai.
     

    Halaman Selanjutnya
    Taktik Zionis Dalam buku…


    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id