Iran Sita Tanker Kimia Milik Korea Selatan

    Renatha Swasty - 05 Januari 2021 06:34 WIB
    Iran Sita Tanker Kimia Milik Korea Selatan
    Kapal Tanker Hankuk Chemi yang disita oleh Iran. Foto: Tasnim
    Teheran: Garda Revolusi Iran menyita sebuah kapal tanker berbendera Korea Selatan di perairan Oman dan menahan awaknya. Ini menambah ketegangan antara Teheran dan Seoul atas dana Iran yang dibekukan di bank-bank Korea Selatan karena sanksi Amerika Serikat (AS).

    Seoul mengkonfirmasi penyitaan sebuah kapal tanker kimia Korea Selatan oleh otoritas Iran di perairan Oman, dan menuntut pembebasannya segera.

    Beberapa outlet media Iran, termasuk TV pemerintah mengatakan, angkatan laut Garda Revolusi menangkap kapal tersebut karena mencemari Teluk dengan bahan kimia.

    "Menurut laporan awal oleh pejabat lokal, ini murni masalah teknis dan kapal dibawa ke pantai karena mencemari laut," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh kepada televisi pemerintah, seperti dikutip Asharq Al-Awsat, Selasa 5 Januari 2021.

    Kantor berita Tasnim menerbitkan gambar-gambar yang menunjukkan speedboat Pengawal mengawal kapal tanker Hankuk Chemi, yang dikatakan membawa 7.200 ton etanol.

    Anak buah kapal yang ditahan termasuk warga negara Korea Selatan, Indonesia, Vietnam dan Myanmar. TV pemerintah Iran mengatakan kapal tanker itu ditahan di kota pelabuhan Bandar Abbas Iran. Kapal itu memiliki 20 anggota awak, menurut kementerian luar negeri Korea Selatan.

    “Armada Kelima Angkatan Laut AS yang bermarkas di Bahrain mengetahui insiden itu dan sedang memantau situasinya,” kata Juru Bicara Armada Kelima AS Rebecca Rebarich.

    Insiden itu terjadi menjelang kunjungan wakil menteri luar negeri Korea Selatan ke Teheran. Khatibzadeh mengatakan, kunjungan itu akan dilakukan dalam beberapa hari mendatang, di mana para pejabat akan membahas permintaan Iran agar Korea Selatan mengeluarkan USD7 miliar dana yang dibekukan di bank-bank Korea Selatan karena sanksi AS.

    Amerika Serikat memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran pada 2018 setelah Washington menarik diri dari kesepakatan nuklir Teheran 2015 dengan enam negara besar. Di bawah kesepakatan itu, Iran telah setuju untuk mengekang pekerjaan nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi.

    Iran telah membalas dengan melewati pembatasan kesepakatan selangkah demi selangkah. Dalam sebuah langkah yang dapat mempersulit upaya Presiden terpilih AS Joe Biden untuk bergabung kembali dengan kesepakatan itu, Teheran mengatakan pada hari Senin pihaknya telah melanjutkan pengayaan uranium 20 persen di fasilitas nuklir bawah tanah Fordow.

    Pada awal 2019, Iran meningkatkan ketegangan di jalur air minyak tersibuk di dunia dengan merebut kapal tanker berbendera Inggris Stena Impero, dua minggu setelah kapal perang Inggris mencegat sebuah kapal tanker Iran di lepas pantai Gibraltar.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id